Berita

Politik

Pilpres 2019 Dibayangi Pembelahan Masyarakat

SABTU, 28 JULI 2018 | 11:00 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, publik was-was munculnya iklim politik yang tidak kondusif seperti pada Pilpres 2014.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/7).

"Pembelahan masyarakat yang begitu dahsyat pada masa kampanye Pilpres lalu tentu masih membekas di benak publik," katanya.


Apalagi, sambung Said, calon presiden (Capres) yang berlaga diduga masih orang yang sama yakni Joko Widodo (Jokowi) versus Prabowo Subianto.

Said menegaskan, kekhawatiran publik ini harus direspons oleh penyelenggara pemilu, khususnya KPU.

"KPU harus benar-benar peka terhadap masalah itu, dan pada saat yang sama juga perlu merumuskan formula yang efektif untuk mencegah terulangnya disharmoni yang terjadi di tengah masyarakat," tambahnya.

Oleh sebab itu, sebagai regulator pemilu, KPU diharapkan dapat memuat sejumlah ketentuan yang melarang keras berbagai praktik kampanye hitam (black campaign) pada masa Pilpres nanti.

Sebab, jenis pelanggaran itulah yang memberi kontribusi cukup besar terhadap munculnya aksi saling serang di antara pendukung capres-cawapres.

"Selama ini, saya perhatikan Peraturan KPU (PKPU) mengenai kampanye masih memuat larangan yang bersifat umum sebagaimana yang disebutkan dalam UU Pemilu," tutupnya. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya