Berita

Diversifikasi Pangan Lokal Dapat Menghemat Devisa Negara

JUMAT, 27 JULI 2018 | 15:31 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Peningkatan produksi pangan yang dicapai selama tiga tahun belakangan tidak lepas dari diversifikasi pangan lokal atau penganekaragaman pangan.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro membacakan sambutan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat pembukaan Gelar Pangan Nusantara 2018, di Kartika Expo, Balai Kartini, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Jumat (27/7).

Menurut Syukur, diversifikasi pangan lokal sendiri dibutuhkan demi mengurangi ketergantungan konsumsi masyarakat pada sumber pangan tertentu.


"Peningkatan produksi tersebut perlu diimbangi dengan upaya penganekaragaman pangan, agar mengurangi ketergantungan terhadap sumber pangan tertentu melalui pengembangan dan mempromosikan pangan-pangan alternatif selain beras, yang mempunyai daya saing dan memiliki kandungan gizi yang baik," tuturnya.

Selain itu, melalui penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal tersebut diharapkan juga sebagai sumber pangan fungsional yang dapat meningkatkan kesehatan dan mampu menghambat penyakit degeneratif.

"Sebagai contoh, seperti kita ketahui bersama, sagu dapat menjadi alternatif pangan lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kita memiliki luas areal sagu lebih dari 4 juta ha, yang apabila produksi sagu sebanyak 385.761 ton setara pati dapat dimanfaatkan secara optimal, maka dapat mensubstitusi sebagian tepung-tepungan yang berasal dari impor," paparnya.

Lebih lanjut Syukur menjelaskan bahwa diversifikasi pangan lokal tersebut sejatinya mampu menghemat devisa negara.

"Tentu saja hal ini dapat menghemat devisa negara. Bahkan kita sudah mengekspor sagu dalam jumlah yang semakin meningkat dari 4.195 ton pada tahun 2010 menjadi 10.832 ton pada tahun 2016," pungkasnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya