Berita

Foto/RMOL

Kekayaan Pangan Indonesia Punya Banyak Peran

JUMAT, 27 JULI 2018 | 14:39 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Kementerian Pertanian memastikan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terkaya kedua di dunia.

"Patut kita syukuri bahwa Indonesia menjadi negara terkaya kedua di dunia dalam keanekaragaman hayati. Diantaranya Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan," jelas Sekjen Kementan Syukur Iwantoro saat pembukaan Gelar Pangan Nusantara 2018 di Kartika Expo, Jakarta, Jumat (27/7).

Menurutnya, seluruh kekayaan tersebut berpotensi untuk pemenuhan dan penganekaragaman pangan yang bergizi seimbang sesuai kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat dan produktif.


"Kekayaan hayati kita itu dapat berperan dari sisi produksi, konsumsi maupun pengembangan bisnis," kata Syukur.

Dari sisi produksi, penganekaragaman pangan Indonesia dapat mendorong ragam produksi dan menumbuhkan beragam usaha pengelolahan pangan, seperti sagu, singkong, jagung, sorgum, dan talas menjadi produk intermediate seperti tepung sagu, beras mocaf, oyek singkong maupun produk olahan jadi seperti nasi aruk, kapurung, sinonggi, papeda, dan nasi jagung.

Sedangkan dari sisi konsumsi, penganekaragaman hayati berperan memperbaiki kualitas konsumsi pangan.

"Untuk konsumsi kita bisa melihat bahwa ada peningkatan skor Pola Pangan Harapan dari 86,0 pada tahun 2016 menjadi 90,4 pada tahun 2017. Dan dari sisi pengembangan bisnis diharapkan dapat memberikan insentif pada rantai bisnis pangan yang lebih beragam," demikian Syukur. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya