Berita

Foto/RMOL

Kementan Bangga Produksi Pangan Strategis Dan Ekspor Meningkat

JUMAT, 27 JULI 2018 | 13:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

RMOL.  Kementerian Pertanian dengan bangga menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir produksi pangan strategis Indonesia meningkat.

"Melalui kerja keras kita semua, dalam periode tiga tahun terakhir, produksi pangan strategis kita menunjukkan peningkatan yaitu padi sebesar 14,9 persen, jagung 47,1 persen, daging ayam 19,7 persen, telur ayam 22,7 persen, daging sapi 8,2 persen, bawang merah 27,6 persen, dan cabai 17,1 persen," papar Sekjen Kementan Syukur Iwantoro di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Jumat (27/7).

Selain itu, Indonesia di bidang pertanian juga mengalami peningkatan sebesar 24 persen.


"Secara keseluruhan dalam tiga tahun terakhir kita patut bersyukur nilai ekspor sektor pertanian naik 24 persen," kata Syukur.

Sedangkan, untuk beras dan jagung, Indonesia telah berhenti melakukan impor. Justru telah berhasil mengembangkan ekspor ke beberapa negara, begitu pun dengan swasembada daging ayam.

"Mulai tahun 2016 dan 2017 kita tidak ada lagi impor beras, bahkan ekspor beras 10 ribu ton. Selain itu, tahun 2017 kita juga tidak lagi impor jagung, bahkan tahun 2018 telah melakukan ekspor dengan 57 ribu ton dari Gorontalo ke Filipina dan 60 ribu ton dari Sulawesi Selatan ke Filipina. Dari target ekspor jagung sebesar 500 ribu ton serta Ekspor bawang merah sebesar 7.750 ton," jelas Syukur.

"Di samping itu kita juga telah berhasil mencapai swasembada daging ayam dan telah ekspor telur ayam ras ke Myanmar dan daging ayam olahan ke Jepang dan Papua Nugini, serta manggis asal Subang berhasil diekspor ke Cina," sambungnya.

Prestasi tersebut merupakan hasil program terobosan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

"Program terobosan tersebut diantaranya rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,44 juta hektare, pembangunan embung sebanyak 4.512 unit, pemanfaatan lahan rawa/gambut seluas 367 ribu hektare, pemberian alat dan mesin pertanian 352 ribu unit, bantuan bibit 12,1 juta hektare, subsidi pupuk 27,64 juta ton, asuransi usaha tani padi seluas 1,7 juta hektare sawah," jelas Syukur.

Gelar Pangan Nusantara 2018 mengusung tema 'Menjadikan Pangan Lokal Nusantara Berdaya Saing Global' diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan Kementan, sebagai ajang untuk menunjukkan kekuatan ragam pangan segar dan olahan berbahan baku lokal dari seluruh penjuru Nusantara.

Sebanyak 113 stand berpartisipasi mengisi GPN 2018 yang diselenggarakan hingga 29 Juli. Ratusan stand terdiri dari seluruh badan/kantor/instansi yang menangani ketahanan pangan di provinsi dan kabupaten/kota, kementerian/lembaga pemerintah pusat, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, swasta terkait pangan lokal, pelaku bisnis/pengusaha/UKM/koperasi/industri pangan lokal, serta pemerhati pangan lokal. Dan peserta lain terkait mendukung pengembangan pangan lokal. [wah]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya