Berita

Politik

Mahfud NU Tulen, Jangan Karena Kepentingan Politik Jadi Ahistoris

RABU, 18 JULI 2018 | 09:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta 2012-2016 Prof. Rochmat Wahab menilai Mahfud MD adalah kader NU yang tidak perlu diragukan.

Dia mengingatkan, jangan karena kepentingan politik, orang menghilangkan sejarah yang sebenarnya.

"NU itu kan ada struktural, ada kultural. Pak Mahfud ini meski tak pernah menjabat, tak pernah menjadi ketua PB dan jabatan struktural lainnya tapi beliau sangat NU kultural yang kiprahnya selama ini di NU juga tak sedikit. Jangan karena kepentingan politik menjadi ahistoris," papar mantan rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut kepada redaksi, Rabu (18/7).

Selama di Yogyakarta, ungkap Rochmat, Mahfud aktif di berbagai kegiatan NU seperti PMII maupun GP Anshor.
Selama di Yogyakarta, ungkap Rochmat, Mahfud aktif di berbagai kegiatan NU seperti PMII maupun GP Anshor.

Selain itu, Mahfud juga pernah menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang kelahirannya dibidani oleh NU. Bahkan pernah duduk di DPR RI dari PKB pada periode 2004-2009. Mahfud juga menjadi salah satu murid KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh yang melahirkan PKB. Bahkan saat Gus Dur menjadi presiden, guru besar ilmu hukum Universitas Islam Indonesia (UII) itu dipercaya menjabat menteri pertahanan.

"Beliau ini menginisiasi pembentukan PMII Wahid Hasyim di Universitas Islam Indonesia. Kegiatan di lembaga-lembaga NU tak terhitung. Memang pernah di PAN, tapi beliau lebih lama di PKB. Jadi yang kecil-kecil jangan menutupi yang besar," jelas Rochmat.

Rochmat mengaku yakin jika jadi digaet Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wapres, Mahfud akan menambah elektabilitas. Dia menilai, Mahfud diterima dengan baik di kalangan kultural maupun struktural Nahdliyin. Kiai-kiai khos NU tidak ada yang tidak kenal Mahfud MD. Selain itu, Mahfud memiliki kelebihan lain yakni diterima di luar NU.

"Beliau ini diterima di banyak kalangan. Secara akademik tak ada yang meragukan. Saya kira Pak Mahfud pilihan yang tepat untuk Pak Jokowi. Di Yogyakarta saja, kemarin kiai-kiai dan ulama NU kumpul mendukung penuh Pak Mahfud," tandasnya. [wah]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya