. Pernyataan dari politisi Partai Hanura, Dadang Rusdiana yang memutuskan untuk hijrah dan nyaleg melalui Partai Nasdem dianggap tidak merugikan Hanura.
Bahkan kepindahan Dadang Rusdiana dan kawan-kawan, dianggap sebagai langkah yang tepat. Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Organisasi DPP Hanura, Benny Rhamdani, Selasa (17/7).
"Ya bagus mereka pindah, Hanura tak dirugikan kok. Kami tentu sangat bersyukur dengan kepindahan mereka. Ini seleksi alam yang ditunjukan Tuhan," kata Benny kepada wartawan usai pendaftaran bacaleg Hanura di KPU.
Menurut Benny, Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) merupakan "the real leader" yang selalu menekankan ke setiap kader agar mengabdi kepada partai secara totalitas, penuh displin dan bekerja dalam aturan main partai.
Serta tidak pernah melakukan penyalahgunaan keuangan partai, menjunjung tinggi komitmen untuk amanah atas mandat rakyat dan negara.
"Nah, Dadang Cs itu adalah politisi yang enggak bisa ikut dalam semangat dan prinsip. Berpartai yang ditekankan oleh Bang OSO tadi. Jadi, hal itulah yang menyebabkan mereka hengkang dari Hanura. Mereka memang tidak layak berada di Hanura. Sebuah partai yang di tangan Pak OSO sedang melakukan pembenahan sistem dan tata kelola organisasi ynag semaikin ketat, disiplin, akuntable dan sehat," terangnya.
Hanya saja kata Benny, pihak partai tidak mempersoalkan jika memang mau pindah. Namun, tidak perlu melakukan atau memberikan pernyataan bohong.
"Alasan mereka keluar dan pindah partai yang katanya enggak tahan di goblok-goblokin ketua umum, itu enggak masuk akal dan enggak berdasar. Itu bohong besar. Yang benar itu, mereka dimarahin karena tidak becus dalam bekerja," paparnya.
Bahkan kata politisi asal Sulawesi Utara ini, dengan kehadiran OSO sebagai ketua umum, Hanura menjadi lebih baik dari sebelumnya. "Ya jelas pembohongan publik. Seolah-olah ada perlakuan kasar atau digoblok-goblokin dari ketum, itu kan enggak masuk akal," imbuhnya.
Jadi kata Benny, pernyataan itu bukan pernyataan dari seorang politisi, tapi kata dia, itu adalah pernyataan dari seorang pembohong besar.
"Dari awal, yang membuat kegaduhan di Hanura itu kan mereka. Dimana mereka saat itu melakukan pemecatan seorang ketum lewat munaslub yang ilegal," tandasnya.
Disamping itu, dalam perjalanan munaslub kata Benny, Sudding dan kawan-kawan juga telah dikalahkan di PTUN. Dan kepengurusan OSO sah di mata hukum.
"Yang sudah diakui melalui sidang putusan di PTUN dan Kemenkumhan itu kan OSO, meski saat itu masih menyebut sekjennya Suding. Tapi mereka itu sudah kalah, karena PTUN dan Kemenkumham," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah anggota DPR Fraksi Partai Hanura mendaftar jadi calon legislatif 2019 lewat Partai Nasdem.
Hal itu disampaikan oleh politikus Hanura yang juga pindah, Dadang Rusdiana. Alasan terkuat pindah adalah karena konflik internal di Hanura yang belum juga selesai antara kubu OSO dan Syarifuddin Sudding.
[rus]