Berita

Foto/Humas Setkab

Politik

Jokowi Wanti-Wanti Babinsa, Isu Meresahkan Masyarakat Berkembang Cepat

SELASA, 17 JULI 2018 | 22:04 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo meminta prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa) dapat berperan aktif mengantisipasi perubahan. Terutama isu yang meresahkan masyarakat, seperti isu kebangkitan PKI.

Menurut Jokowi, saat ini perubahan yang mengubah bidang ekonomi, sosial, politik, sangat cepat. Saking cepatnya, kata Jokowi hitungan perubahan bisa hari, minggu atau bulan. Oleh sebab itu, Presiden menekankan, jangan sampai salah mengantisipasi.

"Isu-isu yang menyebabkan keresahan jangan sampai berkembang di mana-mana karena bisa meresahkan masyarakat," ujar Jokowi dalam sambutan apel Babinsa se-Indonesia, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/7).


Ia menambahkan Babinsa juga harus siap, dan berada di barisan depan dalam mengantisipasi radikalisme dan terorisme. Termasuk isu yang menyebutkan dirinya PKI yang berkembang di masyarakat.

Menurut Jokowi, Babinsa bisa menjadi pihak yang menetralisir isu tersebut dengan menjelaskan tahun dibubarkannya PKI dengan tahun kelahirannya.

"PKI dibubarkan tahun 1965, sementara saya lahir tahun 1961. Artinya saya baru umur empat tahun saat itu, dan tidak ada namanya PKI balita. Logikanya itu saja, yang lain orang tuanya, kakek-neneknya. Ini yang namanya politik tapi bisa meresahkan masyarakat," tutur Jokowi.

Ia juga mengingatkan, bahwa sekarang zaman keterbukaan dan masyarakat bisa menelusuri latarbelakang keluarga Jokowi. Gampangnya masyarakat bisa mencek masjid yang ada di lingkungan keluarga besar diri Jokowi ada dari cabang NU, cabang Muhammadiyah, cabang Persis, cabang Al Irsyad.

"Gampang sekali jangan sampai isu-isu meresahkan rakyat kita menjadi kewajiban kita bersama untuk menjelaskan dengan logika dan nalar," kata Jokowi seperti dikutip dalam pemberitaan Setkab.go.id. [nes]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya