Berita

Foto/Repro

Politik

Mahfud MD Ajak NU-Muhammadiyah Bersatu Hindari Adu Domba

MINGGU, 15 JULI 2018 | 18:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD mengajak umat Islam untuk bersatu dan menghindari adu domba.

Ada banyak pihak yang menghendaki umat Islam Indonesia yang memang terdiri dari beragam kelompok dan organisasi ini terpecah lewat berbagai cara. Salah satunya lewat media sosial.

"Di zaman teknologi informasi seperti sekarang ini, banyak sekali berita bohong atau hoax yang arahnya mengadu domba kelompok yang satu dengan yang lain. Utamanya kelompok-kelompok masyarakat Islam yang menjadi sasaran," ujar Mahfud saat diundang dalam acara silaturahmi dan halal bi halal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal di Gedung DPRD Kendal, Jawa Tengah, Minggu (15/7).


Acara berlangsung menarik. Acara dibuka dengan lagu Mars NU yang dinyanyikan oleh paduan suara SMA Muhammadiyah Weleri, Kendal. Sementara paduan suara SMA Ma'arif Kangkung Kendal menyanyikan Sang Surya, lagu Mars Muhammadiyah.

Melihat keharmonisan dua organisasi besar ini, Mahfud senang dan memberikan apresiasi. Bekas Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengingatkan, dua pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, yakni KH Hasyim Asyhari dan KH Ahmad Dahlan adalah tokoh yang bersahaja. Keduanya sama-sama pernah nyantri kepada guru yang sama, Syaikhona Kholil Bangkalan dan pernah belajar bareng di Makkah.

Kiai Hasyim dan Kiai Dahlan, meskipun berbeda pemikiran, tak pernah ada konflik. Bahkan, keduanya sama-sama bersatu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat organisasi yang dibentuknya. Untuk itu, Mahfud meminta warga NU dan Muhammadiyah bersatu sebagai sesama muslim dan bersatu sebagai sesama anak bangsa, sesuai yang dicontohkan oleh kedua pendiri organisasi ini.

"Karenanya, belajarlah kepada beliau berdua. Berbeda organisasi namun tetap memiliki tujuan yang sama, yakni kebaikan bangsa," tambah Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Indonesia, diingatkan Mahfud, dibangun oleh kebersamaan dan gotong royong. Masyarakatnya dikenal harmonis dan saling menghargai perbedaan. Sayang, akhir-akhir ini mulai terkoyak. Dia pun mengajak publik, terutama umat Islam sebagai mayoritas, mengembalikan Indonesia ke jati diri yang sesungguhnya.

"Kita itu masyarakat yang penuh keramahan, bukan kemarahan. Kita itu sejatinya masyarakat yang saling menghargai hak orang lain. Ini juga dicontohkan Nabi Muhammad ketika mendirikan negara Madinah, yang melindungi hak-hak warga non muslim," terang Mahfud.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya