Berita

Foto/Ist

Politik

Soal Pilpres, Andi Mallarangeng: Sabar, Tunggu Keputusan Majelis Tinggi

SABTU, 14 JULI 2018 | 22:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan partainya membuka ruang bagi setiap kader untuk memiliki pandangan politik soal Pilpres 2019. Yang pasti hingga saat ini Demokrat belum memutuskan sikap.

"Dukung capres si A atau si B boleh saja, itu namanya aspirasi pribadi," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di sela nonton bareng semifinal Piala Dunia di cafe Mandailing di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7) malam.

Andi mengatakan partainya mendengarkan dan mempertimbangan matang seluruh aspirasi. Namun dia mengingatkan setiap kader pada akhirnya harus memiliki sikap yang sama dengan apa yang diputuskan oleh majelis tinggi.


"Harus patuh. Jangan karena majelis tinggi memutuskan berbeda dengan dukungan pribadi lantas keluar dari partai. Apa jadinya kalau seperti itu," katanya.

Di Demokrat, kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini, berbeda pendapat bukan masalah. Hanya saja semua pndangan politik pribadi kader harus lebih dulu disampaikan di dalam forum internal partai. Bukan diumbar secara umum.

"Ini kan partai politik, ada aturannya. Sabarlah, tunggu keputusan majelis tinggi partai. Tidak bisa berpandangan sendiri-sendiri," tukas dia.

Pernyataan sebagian elit DPP Partai Demokrat yang mendukung Jokowi dua periode jadi sorotan. Pernyataan tersebut antara lain dilontarkan anggota majelis tinggi Demokrat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Dia beralasan Jokowi perlu memimpin dua periode untuk menuntaskan pembangunan insfrastruktur yang sudah berjalan selama ini.

Politisi Demokrat lainnya yang menyatakan hal serupa adalah HM Darmizal. Di DPP Demokrat dia saat ini menjabat wakil ketua komisi pengawas. Setelah mendirikan organisasi Relawan Jokowi (Rejo), Darmizal menyatakan mundur dari Partai Demokrat. [fiq]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya