Berita

Foto/Net

Bisnis

Kangmas Jokowi, Jangan Bohongi Publik Soal Divestasi Freeport

KAMIS, 12 JULI 2018 | 18:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Klaim Presiden Jokowi soal kepemilikian saham pemerintah di Freeport Indonesia sudah 51% disebut sebagai kebohongan.

"Aduh kok mau ngibul lagi sih Kangmas Joko Widodo. Belum berhasil kok. Saham Freeport diakuisisi oleh Holding BUMN Pertambangan Inalum baru tahap kesepakatan, baru tahap MoU. Belum masuk ke tahap MoA," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuoni melalui pesan elektronik kepada redaksi, Kamis (12/7).

Dalam dunia bisnis, kata Arief mengingatkan Jokowi yang dulu pernah menggeluti bisnis kayu, kalau masih dalam tahap MoU tidak bisa disebut sudah dilakukan akusisi. Sebab semua kesepakatan yang ada di MoU harus disepakati terlebih dulu oleh kedua belah pihak.


"Itupun kalau MoU divestasi saham Freeport sudah diteken. Nah ini MoU nya saja belum diteken, kok sudah klaim berhasil mengakusisi saham Freeport 51 persen. Ngerti ngggak sih Kangmas tentang prosedur akusisi saham," ucap Arief.

Biasanya dalam MoU akusisi saham sebelum masuk Memorendum of Agreement, semua klausul yang disepakati harus dipenuhi kedua belah pihak. Misalnya soal siapa yang menanggunv pajak divestasi saham Freeport, atau pembayaran saham Freeport dilakukan dengan mengunakan instrument keuangan darimana.

"Nah terus apa benar Holding BUMN pertambangan punya dana untuk mengakusisi saham Freeport. Lalu kalau pakai pendanaan pinjaman bank dari dalam negeri, apa saat ini perbankan dalam negeri mau ngucurin dana ke sektor pertambangan yang lagi sunside time? Terus kalau pinjam keluar apa iya portfolio holding BUMN pertambangan untuk ambil alih saham Freeport bisa dipercaya," tanyanya.

Bisa saja dilakukan dengan cara menjuak obligasi negara misalnya SUN atau obligasi holding BUMN pertambangan. Tapi kata Arief Poyuono, apakah obligasinya laku tinggi dan bunga obligasinya lebih rendah dari dividen 51 persen saham Freeport. Sebab saat ini obligasi Pemerintah RI sudah masuk standar surat berharga katagori sampah.

"Jadi Kangmas Joko Widodo, jangan bohongi publik tentang divestasi saham Freeport," pinta dia.[dem]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya