Berita

Bisnis

Sembilan Pemuda/i Papua Dan Papua Barat Dikirim Belajar Di AS

KAMIS, 05 JULI 2018 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Sembilan pemuda-pemudi asal Papua, Papua Barat dan berbagai provinsi lain siap untuk diberangkatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti program Community College Initiative (CCI) 2018 yang diselenggarakan oleh American Indonesian Exchange Foundation (Aminef).

Sembilan pemuda-pemudi Papua dan Papua Barat yang diberangkatkan ini didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung program CCI melalui pendanaan yang mencapai 1 juta dolar AS untuk periode 2016 hingga 2020.

Para peserta akan disebar ke 10 community college di berbagai negara bagian selama dua semester (sekitar 10 bulan) untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan peserta lain dari berbagai negara serta masyarakat AS yang berada di sekeliling mereka.


Senior Advisor to President Director PT Freeport Indonesia, Simon Morin mengapresiasi kerja sama berkelanjutan antara Freeport dan Aminef.

"Saya bertemu dengan beberapa pemuda-pemudi Papua yang telah selesai mengikuti program ini, dan mereka menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat. Program ini memberikan kesempatan bagi para pemuda-pemudi Papua untuk memperluas wawasan serta pengetahuan, dan memberikan pengalaman atas hal-hal baru yang selama ini tak mereka dapatkan di Papua," tutur Simon.

Dengan mengikuti program CCI tersebut, menurut Simon, para pemuda-pemudi tersebut menjadi lebih percaya diri dan berpikiran lebih terbuka, lebih kreatif, dan disiplin dalam menjalankan pekerjaannya.

Sebagai putra asli Papua, Simon secara khusus memberikan pesan bagi sembilan pemuda-pemudi Papua yang akan berangkat, agar dengan pengalaman yang akan didapat nanti mereka akan bisa berbuat lebih untuk Indonesia dan Papua.

Simon juga berpesan agar para peserta dapat menyerap sebanyak-banyaknya pengalaman dan ilmu pengetahuan yang nanti akan dipakai sebagai modal untuk memajukan Indonesia serta daerah asalnya.

Salah satu penerima beasiswa asal Papua, Vicky Junaidi Meruwella, menyampaikan bahwa kesempatan yang diberikan Freeport dan AMINEF ini sangat membahagiakan. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian & Pengembangan SDM Pemerintah Kabupaten Kaimana ini berharap agar program beasiswa yang akan dijalaninya nanti akan memberikan manfaat bagi daerah asalnya.

"Papua punya banyak sumber daya alam, tapi SDM kami harus banyak diperbaiki. Semoga dengan belajar ke Amerika kami bisa ikut memperbaiki Papua," tutur Vicky.

Penerima beasiswa program CCI lain, Diana Mariska Yakomina Jago, yang sehari-hari bekerja di Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme & Kamoro (LPMAK), sebuah lembaga yang mengelola dana kemitraan Freeport untuk pengembangan masyarakat di Timika ini juga bercerita bahwa beasiswa program CCI ini sudah lama diimpikannya. Sejak lulus kuliah pada tahun 2015, Diana bekerja di LPMAK dan melihat pengumuman mengenai beasiswa ini.

Setelah dua tahun penuh bekerja, akhirnya Diana mengajukan beasiswa ini dan dia bersyukur karena pada akhirnya bisa diterima.

"Saya dan semua peserta dari Papua merasa sangat terbantu oleh Freeport yang telah memberikan dukungan mulai dari proses pendaftaran hingga kami berada di Jakarta untuk orientasi persiapan keberangkatan saat ini," ujar Diana.

Direktur Eksekutif AMINEF, Alan Feinstein menuturkan,pada tahun 2016 Freeport telah menandatangani MoU yang memberikan dukungan untuk program CCI pada periode 2016 hingga 2020 dengan dana senilai 1 juta dolar AS. MoU tersebut merupakan kelanjutan kolaborasi antara Freeport dan AMINEF yang telah dimulai sejak 1998 dan berlanjut hingga tahun 2015.

Kolaborasi Freeport dan AMINEF fokus pada beasiswa program CCI dan ditujukan kepada para peserta dari Papua dan Papua Barat yang memenuhi kriteria.

Alan juga menjelaskan sembilan penerima beasiswa asal Papua, bersama 20 penerima beasiswa yang lain akan berangkat pada ke Amerika Serikat di bulan Juli untuk mulai belajar di semester ganjil 2018. Selain belajar di community college yang dituju, peserta program CCI juga akan mengikuti program magang di berbagai perusahaan di AS sesuai dengan bidangnya.

Mereka juga akan berkontribusi dalam kegiatan sukarela di tengah masyarakat AS sekaligus mempelajari budaya setempat. [wid]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya