Berita

Arief Puyuono/Net

Politik

BBM Naik, Gerindra: Tim Ekonomi Jokowi Cuma Ahli Tebak-Tebakan

SELASA, 03 JULI 2018 | 00:14 WIB | LAPORAN:

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax dinilai sebagai bukti tim ekonomi Joko Widodo cuma ahli tebak-tebakan dalam memprediksi keadaan perekonomian global.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/7).

Menurutnya pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (SMI) juga telah menyebarkan informasi bohong alias hoaks.


Sebab PT Pertamina menaikan harga beberapa jenis Pertamax mulai 1 Juli 2018 pukul 00.00 WIB. Padahal, sesuai dengan RAPBN tahun anggaran 2018 lalu, SMI pernah bilang kalau tidak akan ada kenaikan harga BBM, elpiji 3 kg, dan listrik di tahun 2018.

Arief juga menilai tim ekonomi Joko Widodo tidsk menjalankan kajian analisa yang mendalam, serta tanpa memperhitungkan kebijakan ekonomi. Semisal dalam prediksi kenaikan harga minyak dunia, dan kenaikan suku bunga the FED.

Tim perancang APBN pemerintahan Joko Widodo pun dinilainya terlampau percaya diri dalam mematok target. Misalnya dalam mematok pertumbuhan ekonomi dan program ketahanan pangan yang terlampau tinggi.

"Makanya asumsi-asumsi yang ada di APBN 2018 yang di ajukan ke DPR salah semua alias ngawur seperti mematok harga minyak dunia juga meleset, karena (mereka) engga mikir kalau 2018 ada event Piala Dunia yang membutuhkan pengunaan BBM yang besar, kemudian engga bisa memprediksi konflik di Timur Tengah yang berpengaruh pada harga minyak dunia dan perang dagang antara USA vs Rusia-China," sesalnya.

Diakuinya bahwa kenaikan harga BBM memang utamanya akibat kenaikan harga minyak dunia dan kurs US dollar terhadap rupiah.

Namun sambung Arief ada penyebab lain yang tak kalah berpengaruh. Yakni terjadinya rente impor BBM oleh perusahaan pemilik quota import BBM yang diduga dikendalikan oleh Ketua Umum Partai pendukung Joko Widodo.

"Begitu juga impor pangan seperti bawang putih yang dilakukan oleh kartel importir bawang putih yang juga dalam kendali elit politik partai pendukung Joko Widodo," pungkasnya. [nes]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya