Berita

Nasaruddin Umar/Net

Multi Makna Mudik (7)

Esensi Silaturrahim

MINGGU, 01 JULI 2018 | 08:41 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

ESENSI silaturrahim ses­ungguhnya adalah jalinan rasa cinta yang tulus antara satu sama lain. Untuk me­mahami kedalaman makna silaturrahim kita perlu me­mahami arti semantik dua kata shilah dan rahim. Kata shilah dalam bahasa Arab: washala-yashilu-washlan, wushulan, shilah, yang secara harfiah berarti sampai ke..., me­nyambung, menggabungkan, dan berkelanju­tan. Dari akar kata tersebut terbentuk sejum­lah derifasi dan maknanya masing-masing. Apalagi jika dihubungkan dengan derifasi maknanya yang lebih besar (isytiqaq al-ka­bir), huruf wa-sha-la yang kemudian memben­tuk sejumlah kata seperti: Washala (sampai, menyambung), washshala (menyampaikan), washil (tetap berfungsi), ittashala (berkelan­jutan), shilah (perhubungan), washlun (tan­da terima, resi), wushl (pertalian, perhubun­gan), washilah (keakraban, perkumpulan), wushul (suka atau banyak memberi), washil (menyambung), aushal (persediaan), maush­il (tempat pengembangan), muwashil (per­hubungan), dan salat (salat). Cakupan dari berbagai makna derifasi ini menjadi spirit atau roh silaturrahim.

Kata rahim berasal dari akar kata rahima-yarham-marhamah, yang secara harfiah be­rarti menaruh kasih, mencintai, menyayan­gi dengan sangat dalam. Dari akar kata ini muncul derifasi kata lain misalnya: Rahmah (rahmat), al-Rahim (Maha Penyayang), dan al-Rahman (Maha Pengasih). Dari akar kata yang sama juga lahir kata rahim, yaitu organ reproduksi, baik yang berada di dalam perut perempuan (rahim mikrokosmos) maupun or­gan reproduksi alam raya (rahim makrokos­mos), seperti perut bumi yang juga lazim dis­ebut ibu pertiwi. Tidak dapat disangkal bahwa antara sesama makrokosmos saling mencintai satu sama lain.

Silaturrahim sering diartikan menyambung tali cinta-kasih. Silaturrahim sering diidentik­kan dengan kata halal bi halal, mempunyai makna lebih dari sekadar bersalam-salaman antara satu dengan yang lain. Konsep sila­turrahim di dalam Al-Qur'an dan sebagaima­na dipraktikkan Rasulullah Saw, bukan han­ya dengan sesama umat Islam, atau sesama umat manusia, tetapi lebih luas dari itu, meli­puti seluruh makhluk makrokosmos, mikrokos­mos, dan makhluk spiritual. Silaturrahim tidak dipilah dan dibedakan oleh atribut-atribut pri­mordial manusia, seperti agama, ras, etnik, su­ku-bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagainya. Inilah yang dis­ebut dengan ukhuwah makhluqiyyah, persau­daraan sesama makhluk ciptaan Allah Swt.


Silaturrahim juga bisa diwujudkan dengan para makhluk spiritual, seperti dengan para arwah yang telah wafat, para malaikat, dan para jin. Bagi para sufi, juga mempunyai kon­sep silaturrahim dengan Tuhan yang diisti­lahkan dengan "taqarrub ilallah" (pendekatan diri kepada Allah Swt). Semakin harmonis si­laturrahim kepada para pihak maka semakin tinggi kualitas dan martabat manusia itu. Se­makin buruk silaturrahim itu maka semakin bu­ruk pula kualitas dan martabat hidup manusia itu. Sedemikian dalam makna silaturrahim ini maka Nabi pernah bersabda: "Kasih sayang itu tergantung di langit Arasy lalu Ia berkata ba­rang siapa yang menjalin hubungan denganku maka akan dihubungkan dirinya dengan Tu­han, sebaliknya barangsiapa yang memutus shilaturrahim terhadapku maka Allah pun akan memutus hubungan dengannya". Dalam hadis lain dikatakan: "Barangsiapa yang tidak me­nyayangi manusia maka Allah SWT tidak akan menjalin hubungan dengannya."

Silaturrahim salahsatu rahasia untuk mem­perpanjang umur, sebagaimana disabdakan Nabi bahwa silaturrahim bisa memperpanjang umur. Apa yang dikatakan Nabi ini secara ra­sional bisa dipahami bahwa orang yang memi­liki banyak kolega baik sudah barangtentu leb­ih banyak jembatan rahmat dan rezeki yang bisa dibangun. Dengan demikian, siapapun yang ingin memperbanyak rezeki, jalinlah sila­turahim secara intensif satu sama lain.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya