Berita

Pramono Ubaid Tanthowi/Net

Politik

Komisioner Pramono: Lha Wong Data KPU Bisa Di-download Setiap Saat

MINGGU, 01 JULI 2018 | 08:07 WIB | LAPORAN:

Beredar kabar bahwa ada upaya meretas gawai beberapa staf IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan juga situs KPU Jawa Barat. Hal ini menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di sebagian masyarakat bahwa hasil-hasil Pilkada bisa dimanipulasi atau diubah-ubah.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi pun angkat bicara menanggapi kabar tersebut.

"Perlu kami jelaskan KPU memang membuat Situng (Sistem Informasi Penghitungan), yang prosesnya adalah meng-upload scan C-1 (hasil penghitungan suara di TPS), serta hasil rekapitulasi secara berjenjang (di kecamatan, kab/kota, dan provinsi)," tuturnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (1/7).


"Jadi ini adalah real count, karena berupa data dari seluruh TPS," tegas Pramono.

Pramono menekankan, real count ini jelas berbeda dengan quick count (hitung cepat) yang berbasis sampel.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Situng sendiri memiliki dua fungsi. Pertama, fungsi informasi atas hasil perolehan suara secara cepat, karena diupayakan selesai dalam waktu 1X24 jam, tergantung jumlah TPS dan kondisi geografis. Kedua, fungsi transparansi.

"Sepanjang punya HP, laptop, PC dan punya kuota internet, publik bisa mengakses. Jadi tidak perlu menjadi ahli IT untuk menyedot data KPU, lha wong bisa di-download setiap saat," terangnya.

Karena publik bisa mengakses, sambung Pramono, maka menjadi peringatan bagi seluruh jajaran KPU (PPS, PPK, KPU Kab/Kota dan KPU Provinsi) agar tidak mengubah-ubah hasil perolehan suara selama proses rekapitulasi secara berjenjang.

Pranomo menegaskan, hasil-hasil Pilkada yang resmi bukan yang ditayangkan di Situng. Namun yang dihitung dan direkap secara manual dan berjenjang di tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi, yang selalu dihadiri Pengawas Pemilu dan saksi paslon, serta terbuka untuk umum. Hasil rekap manual itu pun, lanjut Pramono, salinannya juga diberikan kepada Pengawas Pemilu dan saksi.

"Jadi ada mekanisme kontrol dalam proses itu," paparnya.

Sebab itulah jika ada upaya meretas situs KPU, terang dia, hal itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap perolehan suara masing-masing paslon dalam Pilkada. Karena hasil resmi Pilkada direkap secara manual, bukan yang ada di Situng.

Menurut Pramono, upaya meretas situs KPU dipastikan dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Para peretas itu sengaja berupaya menimbulkan keresahan, spekulasi, dan kecurigaan, terutama bagi yang tidak memahami proses penghitungan dan rekapitulasi suara dalam Pemilu/Pilkada; dan yang tidak memahami dunia IT dengan cukup baik. [wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya