Berita

Foto/Net

Nusantara

Normalisasi 13 Sungai Kapan Dilanjutin Nih...

Anies Baswedan Sudah Disurati
KAMIS, 28 JUNI 2018 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kebijakan Pemerintah Pusat melakukan nor­malisasi 13 sungai alias kali harus diteruskan Pemerintah Provinsi DKI untuk menuntaskan masalah banjir di Jakarta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Jarot Widyoko mengatakan, sejak 2017 proyek normalisasi sungai Ciliwung dan Pesanggarahan dihentikan karena tidak ada kepastian pem­bebasan lahan.

Untuk itu, anggaran Rp 40 miliar harus dikembalikan ke Pe­merintah Pusat karena normal­isasi tidak bisa dilaksanakan.


Pada 2018 ini, BBWSCC tidak menganggarkannya lagi. Makanya, dia menyurati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menanyakan kelanjutan normalisasi sungai.

"Bulan Mei saya sudah mem­buat surat ke Bapak Gubernur untuk menanyakan kapan dilan­jutin," kata Jarot.

"Jangan sampai dialokasikan, tapi karena tidak ada lahan yang dibebaskan, kami enggak kerja. Kan uang mubazir lagi," tambahnya.

Jarot berharap Anies bisa menyampaikan balasan suratnya secara langsung kepada dirinya atau ke Menteri PUPR soal kelanjutan normalisasi 13 sungai di Jakarta.

"Mohon segera diusulkan ke Bapak Menteri supaya segera dia­lokasikan dananya," ujar Jarot.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, normal­isasi 13 sungai di Jakarta harus terus dilakukan. Pasalnya, kon­disi fisik kali sudah berkurang dengan adanya sampah dan sedimen lumpur serta bangunan di pinggir kali.

"Ya kesimpulannya, masyarakat di bantaran kali itu harus di­geser, harus dipindahkan. Karena fungsi sungai dengan lebar yang semestinya harus optimal, kan sekarang menciut. Air itu tidak bisa dilawan. Kalau api disiram air bisa padam, nah air mau di­lawan pakai apa?" kata Prasetio saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, banjir awal ta­hun lalu harus menjadi pembe­lajaran. Sebab, kawasan yang sudah diturap tidak tersentuh banjir. Tapi kawasan yang belum diturap itu kena banjir.

"Banyak bangunan liar di bantaran kali. Nah itu harus dinormalisasi seperti yang di­perintahkan pemerintah pusat," ujarnya.

"Saya sebagai wakil rakyat mendorong agar normalisasi sungai dilakukan. Kebijakan yang sudah baik, dilanjutkan kembali," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menga­takan, Pemprov DKI tetap men­dukung program normalisasi dan naturalisasi sungai.

Pernyataan itu menanggapi pendapat sejumlah fraksi di DPRD DKI yang mempertan­yakan program penanganan ban­jirnya saat rapat penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi tentang Raperda soal Renca­nana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022

"Sesuai kewenangannya, Pe­merintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Pemerintah Pusat mendukung secara penuh normalisasi dan naturalisasi 13 sungai, pembangunan sodetan kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur dan pembangunan waduk, situ, dan embung," katanya.

Pengamat Kebijakan Pub­lik Indonesia Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, Anies tersandera ambisi kekua­saan yang lebih tinggi. Kar­ena itulah, dia memilih tidak melakukan proyek yang tidak populis demi menjaga citra politiknya. Sayangnya, hal itu mengorbankan warga Jakarta yang menginginkan sejumlah perbaikan, termasuk penang­gulangan banjir.

"Kalau risiko normalisasi ada­lah menggusur warga bantaran, saya sih hopeless bakal dilakukan Anies. Dia mencitrakan diri seba­gai gubernurnya orang miskin, bukan gubernur yang bekerja untuk melakukan perubahan," kata Karyono, kemarin.

Padahal, penanggulangan ban­jir sangat mendesak dilakukan. Karyono mengatakan sebaiknya warga berhenti berharap akan terjadinya perbaikan. Se­bab, satu semester Anies-Sandi memimpin nihil program baru.

"Sekarang ini eranya gubernur pencitraan. Kalau tidak populis walaupun bermanfaat tidak akan dilanjutkan programnya," tukasnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya