Berita

Foto/Net

On The Spot

Pulogebang Masih Lengang, Kampung Rambutan Padat

Arus Balik Penumpang Bus
KAMIS, 21 JUNI 2018 | 10:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gelombang arus balik Lebaran 2018 mulai tampak di dua terminal bus di Jakarta. Bus-bus baru ramai tiba di Terminal Terpadu Pulogebang, dan Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada sore hari.

Suasana di Terminal Pulogebang dari pagi hingga siang kemarin tampak lengang. Hanya satu-dua bus yang masuk termi­nal dan menurunkan penumpang di pintu kedatangan.

Deretan kursi-kursi berbahan logam di tempat kedatangan hanya diisi beberapa orang. Mereka menunggu angkutan yang akan membawa ke tempat tinggal masing-masing.


Hasbullah, petugas di Terminal Pulogebang mengatakan, ban­yak bus yang terlambat tiba karena terjebak kemacetan di perjalanan.

"Tadi pagi ramai. Siang ini belum terlihat arus balik karena masih banyak bus yang belum masuk,"  katanya.

Hingga siang kemarin, pen­umpang yang tiba di terminal bus terbesar se-Asia Tenggara itu mencapai 4.298 penumpang. Mereka diangkut 321 bus.

Hasbullah memperkirakan bus-bus baru masuk terminal pada sore hari. "Saat ini sedang diberlakukan satu arah di tol ke arah Jakarta. Mudah-mudahan sore bus-bus sudah tiba," kata pria yang menggunakan seragam biru Dinas Perhubungan itu.

Benar saja, selepas kuman­dang azan Asar, satu per satu bus yang mengangkut penumpang arus balik tiba di Pulogebang. Bus tampak terisi penumpang sesuai kapasitasnya.

Keterlambatan bus tiba di Pulogebang dialami Rangga. Pemudik asal Cirebon, Jawa Barat itu menuturkan bus yang ditumpangi berangkat sejak pagi hari.

"Kena macet di tol. Pas kita lewat belum ada satu arah ke Jakarta. Jadi lumayan kena macet. Biasa dari Cirebon ke sini paling lama 2,5 jam, ini kita baru sampai setelah 5 jam per­jalanan," tutur Rangga.

Kepala UPT Terminal Terpadu Pulogebang, Ismanto mengatakan arus balik kemarin didomina­si penumpang dari Jawa Tengah. "Jawa Tengah 64 persen, Jawa Barat 19 persen, Jawa Timur 16 persen, Banten dan Sumatera nol persen," ungkapnya.

Ismanto tak aneh dengan jumlah kedatangan arus balik ini. Sebab sejak awal Terminal Pulogebang dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Pulogabung.

"Sehingga rute busnya pun mengadopsi dari Terminal Pulogabung ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur," katanya.

Ia memprediksi, puncak arus balik di Terminal Pulogebang akan terjadi dua kali. Itu karena perbedaan hari masuk kerja pegawai pemerintahan dan swasta.

"Persiapan sama seperti arus mudik tidak ada hal yang ber­beda, kalau puncaknya sendiri mungkin Sabtu depan, tapi kalau untuk yang pegawai pemerintah tanggal 20 sudah arus balik. Kalau yang bukan pemerintahan antara Jumat-Sabtu," ujarnya.

Ismanto juga memprediksi, jumlah pemudik saat arus balik akan meningkat dua kali lipat ketimbang arus mudik. Soalnya, sebagian besar pemudik akan membawa keluarga atau kera­batnya ke ibukota.

Sementara di Terminal Kampung Rambutan telah dipa­dati penumpang arus balik. Suasananya tampak lebih ramai dibandingkan dengan Terminal Pulogebang. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan Thofik menyebut, hari Rabu (20/6) merupakan puncak arus balik di terminal ini.

Prediksi tersebut lantaran banyak pemudik yang akan kembali bekerja pada 21 dan 22 Juni 2018. "Bisa diprediksi­kan, (Rabu) malam ini hingga (Kamis) subuh nanti, itu titik puncaknya kepadatan arus ba­lik," ujar Thofik.

Tanda puncak arus balik di Terminal Kampung Rambutan sudah terlihat dari data jumlah penumpang yang tiba pada hari ini pada shift pertama (jam 12 malam hingga jam dua siang). Pada shift pertama, kemarin, sebanyak 17.426 pemudik dan 416 armada bus tiba.

"Dari beberapa yang kami data, di shift pertama data yang paling tinggi pada saat ini. Pada hari ini (Rabu-red) mencapai 17 ribu, hari yang lain sekitar 15 ribu," ujar Thofik.

Hingga Rabu sore (20/6), sebanyak 128.894 penumpang telah tiba di Terminal Kampung Rambutan selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Penumpang Arus Balik Lebih Banyak Dari Arus Mudik
 
Sembilan terminal bus di ibukota disiapkan untuk menampung arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Empat di antaranya merupakan terminal uta­ma, Pulogebang dan Kampung Rambutan Jakarta Timur, Kalideres Jakarta Barat, dan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Jika di Pulogebang dan Kampung Rambutan puncak arus balik disebut terjadi pada Selasa (19/6) dan Rabu (20/6), puncak arus balik di Kalideres terjadi Kamis (21/6). Hal itu seiring dengan mulai kembali berak­tivitasnya perkantoran usai cuti bersama Lebaran.

"Kemungkinan puncak arus balik itu pada Kamis dini hari," ujar Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen.

Revi memprediksi, ada 9.000 pemudik dari berbagai kota yang akan tiba di Terminal Kalideres. Adapun pemudik lebih banyak yang tiba di Terminal Kalideres pada dini hari sampai pagi hari. Itu lantaran mayoritas dari mere­ka menggunakan bus malam yang berangkat dari kota asal pada sore atau malam hari sehingga sampai Jakarta pada pagi hari.

Untuk kemarin pagi, kata Revi, tercatat sudah ada 5.116 pemudik yang tiba di Terminal Kalideres dengan menggunakan 161 bus.

"Untuk total penumpang sejak 7 Juni hingga kemarin pagi jam tujuh, tercatat sudah 24.350 pen­umpang yang tiba di Terminal Kalideres," terangnya.

Selama arus balik ini ber­bagai persiapan juga telah di­siapkan di Terminal Kalideres. Mengingat biasanya jumlah pe­mudik yang datang di Terminal Kalideres lebih banyak saat arus balik ketimbang pada saat arus mudik.

Hal itu lantaran saat berangkat mudik banyak pemudik yang menggunakan jasa mudik gratis. Adapun berbagai persiapan itu, di antaranya menyiapkan posko kesehatan dan posko pengamanan selama 24 jam.

"Dokter jaga akan selalu stand by di posko kesehatan. Kemudian untuk obat-obatan di posko kesehatan juga dipastikan cukup," kata Revi.

Sementara di Terminal Tanjung Priok, puncak arus balik disebut terjadi pada 19-20 Juni 2018. Berdasarkan laporan data angkutan Lebaran di Terminal Tanjung Priok, jumlah penump­ang yang tiba pada awal pekan ini mencapai 1.046 penumpang dengan 79 bus.

"Pada hari Minggu (17/6) dengan waktu yang sama, hanya ada 627 penumpang dengan 98 kendaraan yang tiba di Terminal Tanjung Priok," kata Kepala Terminal Tanjung Priok Mulya.

Secara keseluruhan pada Minggu (17/6) ada sebanyak 1.173 penumpang dengan 194 kendaraan yang tiba di Terminal Tanjung Priok. Adapun untuk penumpang yang berangkat ada 1.193 orang dengan 121 bus.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan semua ter­minal baik terminal utama dan terminal bantuan yang digunakan untuk mudik dan balik Lebaran sudah siap beroperasi.

Ada empat terminal utama yakni, Pulogebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok. Sedangkan li­ma terminal tambahan yaitu, Pinang Ranti, Rawamangun, Lebakbulus, Pasarminggu dan Grogol. "Siap semuanya. tadi baru saja apel siaga di terminal pulo gebamg dan seluruh jajaran kita siap,"  kata Gubernur Anies Baswedan.

Untuk mengantisipasi lonja­kan penumpang saat mudik kali ini, Anies mengklaim pihaknya sudah menyediakan 5.700 bus. Ribuan armada itu diberangkat­kan ke beberapa wilayah seperti, pulau Jawa, Sumatera dan be­berapa tempat lain yang masih bisa ditempuh menggunakan jalur darat.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, un­tuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik dalam rangka hari raya Idul Fitri 2018, pihaknya membuka posko bersama ang­kutan lebaran di terminal bus, pelabuhan, bandara dan stasiun kereta api.

"Di antaranya empat terminal utama yakni terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok. Di lima terminal bantuan antara lain Terminal Pinang Ranti, Muara Angke, Grogol, Lebak Bulus, dan Rawamangun," ujar Andri. ***

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya