Berita

Prabowo Subianto - Anies Baswedan/net

Politik

Menarik Bila 2019 Prabowo-Anies Vs Jokowi-Puan

SENIN, 18 JUNI 2018 | 06:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sepertinya hanya ada dua bakal Capres RI yang potensial berkompetisi di Pilpres mendatang, yakni Prabowo Subianto dari oposisi kerakyatan dan Joko Widodo sebagai petahana.

Itu dikatakan jurubicara Jaringan '98, Ricky Tamba, melalui surat elektronik ke media, Senin (18/6).

"Publik menunggu siapakah yang akan menjadi Cawapresnya Prabowo dan Jokowi. Pemilihan tokoh yang digandeng berpengaruh ke kepastian partai pengusung. Selain itu, akan membuat rakyat mengerti lebih awal tentang karakteristik kepemimpinan dan pertarungan gagasan dari pasangan yang dimajukan," terang Ritam, sapaan akrabnya.


Bila Prabowo Subianto menggandeng Anies Baswedan, lanjut dia, akan menjadi sebuah perpaduan yang menarik bagi rakyat. Figur Prabowo yang sangat populis dan nasionalis patriotik, bersanding dengan sosok Anies yang santun, intelektual dan memiliki rekam jejak sebagai aktivis mahasiswa. Beberapa partai selain Gerindra diprediksi akan tertarik turut mengusung. Selain berkarakter, rencana regenerasi kepemimpinan nasional akan berlangsung sesuai sikap yang telah dilontarkan Prabowo di beberapa kesempatan.

Di sisi lain, walau sudah ada puluhan tokoh nasional yang memiliki keinginan dilamar, petahana Joko Widodo sebaiknya memperhitungkan figur muda Puan Maharani yang baru berusia 45 tahun sebagai cawapresnya. Selain faktor kepastian partai pengusung yakni PDI Perjuangan, jumlah basis massa hampir 24 juta pemilih solid di Pileg 2014 menjadi variabel penting dalam kontestasi elektoral.

Citra Jokowi yang jujur, sederhana dan merakyat akan mudah disosialisasikan all out melalui struktur konkret PDIP yang ada hingga seluruh perdesaan se-Indonesia, yang telah terbukti dan teruji menghantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan.

"Menarik bila 2019 Prabowo-Anies versus Jokowi-Puan. Kami yakin tingkat partisipasi pemilih akan meningkat dan politik elektoral menghasilkan kepemimpinan yang legitimasinya kuat dan berkarakter," ungkapnya.
Ia berharap, proses regenerasi dapat berjalan alamiah serta Pemilu 2019 akan berlangsung jujur, adil dan damai.

"Jauhi segala upaya kecurangan, manipulasi data dan penyalahgunaan kewenangan yang dapat menciderai semangat demokrasi. Kalah legawa, menang tak jumawa," pungkas Ricky Tamba. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya