Berita

Yahya Cholil Staquf/Net

Politik

FPI: Kunjungan Staquf Ke Israel, Diplomasi Politik Yang Munafik!

RABU, 13 JUNI 2018 | 10:26 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Front Pembela Islam (FPI) turut mengecam kunjungan Sekjen PBNU, Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Yahya dinilai telah mengkhianati konstitusi negara, UUD 1945.

"Di alinea pertama UUD kita telah jelas sekali bahwa setiap warga negara Indonesia wajib menghentikan segala bentuk penjajahan dan memusuhi kaum penjajah, jadi adalah suatu pengkhianatan besar bila salah seorang warga negara kita justru bersikap memperkuat posisi Israel," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FPI, Ahmad Shabri Lubis kepada wartawan, Rabu (13/6).


Staquf menyebut kunjungan Yahya tersebut sebagai diplomasi politik munafik.

"Jelas sikap beliau ini adalah suatu diplomasi politik yang munafik, membenarkan penjajahan di atas saudara muslim Palestina," tegasnya.

Namun yang pasti, kata Ahmad, FPI memprotes keras dan mengecam kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel. Termasuk, ceramah Syaquf di acara American Jewish Committe (AJC).

FPI pun mendesak Presiden Jokowi segera memberhentikan Staquf dari jabatan Dewan Pertimbangan Presiden. "Karena akan berdampak negatif pada posisi Presiden dalam politik intemasional, di mana salah satu anggota dewan pertimbangannya ternyata mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina," imbuh Ahmad. [wid]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya