Berita

Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas

Nusantara

PILGUB SUMSEL

Empat Faktor Bikin Dodi Reza Sukses Salip Herman Deru

Dodi Penerus Alex Noerdin
JUMAT, 08 JUNI 2018 | 17:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tren dukungan terhadap calon gubernur Sumatera Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin, terus menanjak. Sebaliknya dengan dukungan terhadap Herman Deru.

Hal itu dijelaskan peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar, saat konferensi pers di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (8/6).

Pada survei LSI di Oktober tahun 2017, saat belum ada penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), elektabilitas Herman Deru mengungguli kandidat lainnya di angka 32 persen. Sedangkan Dodi Reza hanya mendapat dukungan sebesar 17,7 persen.


Namun perlahan, Dodi Reza menyalip Herman Deru. Di survei bulan Februari 2018, setelah  KPU menetapkan pasangan calon, Dodi Reza mulai menyusul Herman Deru dengan memperoleh dukungan sebesar 25,1 persen. Sedangkan Herman Deru turun ke angka 25,6 persen.

Pada survei bulan Mei 2018, Dodi Reza mulai unggul dengan tingkat dukungan 25,5 persen sedangkan Herman Deru 24,8 persen.
Hingga pada survei bulan Juni ini, Dodi Reza berhasil melebarkan jarak dengan Herman Deru. Dodi Reza mendapat dukungan 27,7 persen sedangkan Herman Deru 23,2 persen.

Dari rincian data, pasangan Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas hampir unggul di semua segmen bila dibanding pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, baik di segmen pemilih laki-laki maupun perempuan, usia, agama, pendidikan dan pendapatan.

Menurut LSI, elektabilitas Dodi-Giri menanjak dan berbanding terbalik dengan Herman Deru karena empat faktor.

Pertama, berita lama soal skandal Herman Deru-Putra Mawardi Yahya terbuka kembali. Rumor skandal Herman Deru dengan pembantu rumah tangga serta kasus narkoba dari putra Mawardi Yahya, yang juga Bupati Ogan llir nonaktif, kembali terangkat.

Kedua, tingkat pengenalan terhadap Dodi yang terus menanjak. Sejak survei bulan Februari hingga Juni 2018, Dodi semakin dikenal oleh semua lapisan pemilih di Sumsel.

Ketiga, publik puas dengan kinerja Gubernur petahana Alex Noerdin yang adalah ayah kandung Dodi. Asosiasi Dodi dengan Alex Noerdin pun sangat kuat.

"Tingkat kepuasan terhadap Alex Noerdin mencapai 77,7 persen. Hal ini juga berpengaruh tehadap elektabilitas Dodi. Karena Dodi dianggap sebagai penerus Alex Noerdin," jelas Rully.

Faktor terakhir yang membuat Dodi berpeluang besar menang Pilgub Sumsel, lanjut Rully, program Dodi disukai mayoritas pemilih.

"Program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembangunan infrastruktur dari Dodi mendapatkan respons positif dari publik," tutupnya. [ald]

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya