Berita

Foto/Net

Nusantara

Perkara Gudang Bulog Berkutu, Pengadilan Tolak Gugatan PT JLA

KAMIS, 07 JUNI 2018 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Pengadilan Negeri Semarang menolak gugatan PT Jati Luhur Agung (PT JLA) terhadap Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang akibat kutu yang muncul dari gudang milik perusahaan negara pengurus masalah pangan itu.

Majelis hakim juga menolak perbuatan melawan hukum serta permintaan ganti rugi atas terjadinya hal tersebut.

Dalam putusannya, Hakim Lasito sependapat ahli tergugat bahwa kutu sebagaimana yang didalilkan PT JLA muncul dari alam dan sulit dibasmi. Hakim menilai fumigasi menjadi kewajiban dan bukan beban yang dilimpahkan ke pihak lain.


Terkait masalah kutu, hakim menilai, Bulog telah melakukan tindakan fumigasi rutin sesuai standar operasional prosedur. Bulog dinyatakan telah memanajemen gudang dan pemberantasan hama rutin dan berkala.

"Dalam eksepsi, menolak eksepsi tergugat. Dalam pokok perkara, menolak gugatan penggugat seluruhnya," ujar Hakim Lasito seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (7/6).

Hakim menyatakan, karena tuntutan perbuatan melawan hukum ditolak, dengan demikian tuntutan lain haruslah ditolak. Hakim meminta penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 3.306.000.

Di kesempatan yang berbeda, Kuasa hukum PT JLA, A. Dyah Marhaeni Arintawati, mengatakan hakim tidak cermat dalam melihat dalil yang disampaikan oleh pihaknya.

Dyah menilai, pertimbangan hakim mengenai gudang fumigasi dilakukan secara rutin secara fakta tidak pernah dilakukannya. Untuk itu jugalah pihaknya mengajukan upaya banding.

Gugatan terhadap Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang diajukan Usman Harjanto, Direktur PT JLA. PT JLA merupakan perusahaan pembuat lantai kayu yang berkantor di Jalan Gunung Kelir Raya No. 3-9 Karanganyar, Tugu, Semarang. [nes] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya