Berita

Foto: Ist

Pertahanan

Apresiasi Pindad Bagi Kontingen TNI AD Pemegang Rekor Juara AASAM

SELASA, 05 JUNI 2018 | 10:30 WIB | LAPORAN:

Kontingen petembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada lomba tembak internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) di Puckapunyal Military Range, Australia pada 23 April sampai 10 Mei 2018.

Atas prestasi tersebut PT. Pindad memberikan apresiasi Rp1,2 Miliar kepada kontingen petembak TNI AD.

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose memberikan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen petembak TNI AD atas prestasi mempertahankan juara AASAM 2018 menggunakan senjata organik dan munisi buatan Pindad.


Abraham berharap Pindad bisa meningkatkan sinergi yang sudah terjain dengan TNI AD untuk menghasilkan produk yang handal sesuai masukan dari para petembak.

"Pindad berterimakasih atas dukungan seluruh pimpinan TNI AD serta tim petembak untuk memperbaiki kualitas produk dan layanannya. Sinergi Pindad dengan TNI, dari sejak pembinaan menjadi kunci untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan meraih prestasi di berbagai lomba tembak internasional," ujar di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (4/6).

Di kesempatan yang sama, Kasad Jenderal TNI Mulyono mengapresiasi acara yang penyelenggaraan acara buka bersama serta pemberian apresiasi kepada kontingen AASAM Tahun 2018.

Ia juga mengapresiasi peran Pindad dalam penyedia senjata yang berkualitas dan dapat diandalkan untuk menunjang segala kerja keras dalam latihan serta pengaturan strategi bertanding.

"Seluruh prajurit TNI AD menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada PT.Pindad yang telah memberikan dukungan secara total khususnya di bidang persenjataan, selama proses persiapan sampai dengan pelaksanaan lomba tembak AASAM di Australia," ujar Mulyono.

Mulyono mengungkapkan, peran aktif PT. Pindad dalam lomba tembak AASAM terlihat dengan terus meningkatkan kualitas dan spesifikasi persenjataan ringan yang digunakan selama perlombaan. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia terus bekerja keras guna mencapai kemandirian Alutsista, khususnya dalam hal senjata ringan.

"Kita semua patut berbangga karena produk-produk senjata ringan buatan PT. Pindad mampu mengantarkan TNI AD menjadi juara umum secara konsisten dari tahun ke tahun," ujarnya.

Mulyono menambahkan, banyak negara yang memiliki perusahaan senjata modern dan berkualitas, tetapi torehan prestasi di ajang perlombaan AASAM ini membuktikan bahwa teknologi senjata ringan Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Indonesia mampu menjadi yang terbaik di antara negara-negara dunia yang bertanding pada tahun 2018 dan juga di tahun-tahun sebelumnya.

Dengan kesuksesan ini, minat negara-negara lain untuk menggunakan senjata ringan produksi PT. Pindad tumbuh secara signifikan, khususnya setelah melihat kiprah produk tersebut selama keikutsertaan kontingen TNI AD pada lomba tembak AASAM. Capaian TNI AD dalam kompetisi tersebut merupakan testimoni yang valid atas keandalan dan kualitas produk PT. Pindad.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tulus, karena kontingen lomba tembak AASAM 2018 tidak hanya mengharumkan nama baik TNI AD, namun juga menghadirkan kembali harga diri dan kehormatan bangsa Indonesia di ajang internasional yang sangat bergengsi ini.

"Prajurit-prajuritku, teruslah berlatih dan menempa diri dengan keras, tantangan di masa depan akan lebih berat dan kompleks karena para kompetitor kita akan berjuang lebih keras lagi untuk menyiapkan diri mereka secara maksimal," tutup Mulyono.

Petembak Indonesia menjadi juara menggunakan produk Pindad, buatan dalam negeri, yaitu senjata Karaben SS2 V2 Heavy Barrel, Senapan SS2 V4 Heavy Barrel serta munisinya. Indonesia berhasil menjadi juara AASAM selama 11 kali berturut-turut sejak tahun 2008. [nes]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya