Berita

Sandra Dewi/Net

Blitz

Sandra Dewi, Susah Urus Anak, Mending Cari Uang

RABU, 30 MEI 2018 | 10:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri melahirkan Raphael Moeis pada Desember 2017. Sejak itu, ia resmi berstatus ibu siaga. Bahkan artis dan sosialita ini memberikan ASI eksklusif untuk sang buah hati.

Kendati begitu, Sandra sedikit kelimpungan ketika merawat Raphael. Padahal, ia sudah jarang keluar rumah untuk fokus mengurus sang anak.

"Haduh saya itu habis ngelahirin sampai dua bulan itu bentuknya udah nggak ada bentuk, karena ada 40 hari di rumah nggak kemana-mana. Di rumah pakai baju rumah, rambut diikat, benar-benar stand by di sebelah anak saya, nyusuin langsung kan ng­gak ke mana-mana," tutur Sandra.


"Itu satu setengah jam sampai dua jam sekali dia benar-benar nyusu. Makanya saya bilang mau mandi, mau ke toilet, mau makan itu, wah beran­takan banget karena saya baru mandi dia mau mi­num susu lagi," sambung istri pengusaha batubara Harvey Moeis ini.

Saking susahnya mengurus anak, Sandra menye­but lebih mudah mencari uang ketimbang menjadi seorang ibu.

"Makanya saya bilang cari duit lebih gampang daripada jadi ibu. Karena jadi ibu itu 24 jam, nggak bisa nggak mikirin anak ya," terang bintang film Langit Ke-7 dan I Am Hope ini.

Jika dulu dirinya cukup bebas melakukan apa pun, kini Sandra lebih mengutamakan sang putra. Bah­kan saat diajak berpergian dengan rekan-rekannya, Sandra lebih memilih bertemu di rumah.

"Kalau dulu kan ke mana-mana wah bodo amat, pulang syuting ke mal. Pulang syuting kumpul sama teman. Sekarang ketemu sama teman jarang banget. Kalau mau ketemu, saya suruh teman ke rumah. Si Rafa kadang saya bawa ke mal, tapi nggak sering, karena untuk ASI-nya itu loh saya masih terus gitu," tukas pecinta produk Disney ini.

Sandra dan Harvey pun membuat satu akun Instagram khusus untuk mengung­gah foto maupun video Raphael. Setiap hari selalu ada unggahan menggemaskan yang menampilkan tingkah polah sang bayi.  ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya