Berita

Foto/Net

Nusantara

Angkutan Darat Jadi Fokus Kemenhub Saat Mudik 2018

SENIN, 28 MEI 2018 | 16:57 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

RMOL. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, yang menjadi perhatian dari Kementerian Perhubungan saat ini terkait dengan mudik Lebaran 1439 Hijriah mendatang adalah masalah angkutan umum.

"Memang secara khusus angkutan darat menjadi perhatian," ujar Budi Karya Sumadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/5).

Untuk angkutan darat sendiri, ada dua titik rawan kemacetan lalu lintas yang saat ini menurutnya perlu diperhatikan yaitu Tol Cipali dan Pelabuhan Merak.


"Angkutan darat ini kita tahu spot-spot yang harus diperhatikan yaitu Cipali dan Merak," imbuhnya.

Ia mengimbau, masyarakat untuk dapat cerdas memilih jadwal mudik ketika hendak melewati kedua titik tersebut demi mengurangi kemacetan lalu lintas selama mudik.

"Oleh karenanya, kita menganjurkan kepada masyarakat yang sudah libur lebih cepat untuk bisa menghindari mudik pada H-2 atau H-3 lebaran, sebab menurut penelitian kami kedua hari itu jadi preferensi tinggi di masyarakat untuk mudik," paparnya.

Selain menyarankan pemudik untuk mengatur jadwal mudik lebih awal, ia juga menganjurkan masyarakat mulai mempertimbangkan jalur Pantura untuk mudik, serta menghindari penggunaan sepada motor selama mudik.

"Kita sudah lakukan penelitian di Jalan Pantura, itu top banget jalannya sudah bagus, jadi jangan cuma lewat tol saja tapi juga bisa lewat Pantura dan kami menganjurkan nanti jangan menggunakan motor," paparnya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya