Berita

Nasaruddin Umar/Net

Makna Spiritual Isra Miraj (31)

Tantangan Mi’raj: Kafir

JUMAT, 18 MEI 2018 | 10:28 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KAFIR dari bahasa Arab dari akar kata kafara-yakfu­ru berarti menutupi, menye­lubungi, dan mengingkari. Kemudian kata ini memben­tuk kata kufr, yang sering di­artikan perbuatan atau sikap mengingkari adanya Tu­han; kafir yaitu orang yang mengingkari, dan makfur yaitu sesuatu yang di­ingkari keberadaannya. Kafir biasa dibedakan kepada beberapa jenis, yaitu kafir harbi, yaitu orang kafir yang mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi; Kafir muahid, yaitu orang kafir yang telah men­gadakan perjanjian damai dengan umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau ber­musuhan dengan umat Islam selama perjanji­an berlaku; Kafir zimmi, yaitu orang kafir yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan ke­wajiban membayar pajak (jizyah) bagi mereka yang mampu. Apapun jenisnya, kafir tidak akan bisa mengantarkan yang bersangkutan untuk mikraj atau mendekat kepada Allah Swt.

Dalam disertasi Dr. Harifuddin Cawidu, keka­firan (kufr) dibedakan pada tujuh bagian, yaitu: 1) Kufr inkari, yaitu kafir yang betul-betul meng­ingkari keberadaan Allah Swt dan rasul-Nya. 2) Kufr juhud, yaitu mungkin percaya adanya Tu­han tetapi mengingkari ajaran-ajaran Allah swt sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur’an sunnah yang dibawa oleh rasul-Nya. 3) Kufr nifaq, yaitu percaya adanya Tuhan, nabi, dan ajaran-ajaran-Nya tetapi hanya sebatas da­lam lidah, tidak disertai dengan keyakinan dan pengamalan ajaran. 4) Kufr syirik, yaitu perca­ya akan adanya Allah Swt dan rasul-Nya tetapi ia mempersekutukannya dengan sesuatu yang juga dianggap bisa memberikan pengaruh ter­hadap dirinya. 5) Kufr ni'mah, yaitu tidak men­syukuri nikmat yang diperoleh dari Tuhan dan menggunakan segala kenikmatan itu. 6) Kufr murtad, yaitu kembali menjadi murtad setelah ia beriman kepada Tuhan dan mengamalkan ajaran-ajaran-Nya. 7) Kufr Al- al-Kitab, yaitu non muslim yang percaya kepada Tuhan dan kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi- Nya.

Dengan demikian, konsep kufr dalam Al- Qur'an tidak hanya terbatas pada kufr inkari dan kufr juhud, sebagaimana difahami secara popular selama ini. Menarik untuk diperhatikan, orang yang ingkar terhadap nikmat, walaupun percaya kepada Tuhan dan Nabi tetapi tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepa­danya namun ia tetap menggunakan dan me­nikmati harta itu. Dasarnya ialah: "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: Aku akan membawa singgasana itu kepa­damu sebelum matamu berkedip". Maka tat­kala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat- Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Q.S. al-Naml/27:40). "Dan (in­gatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim/14:7).


Prilaku sehari-hari di dalam masyarakat banyak sekali yang terancam dengan kriteria kekafiran. Selain kufur nikmat, juga perilaku kemunafikan semakin sering kita saksikan di mana-mana.

Kemunafikan ini selain diancam dengan ner­aka paling jahannam juga masuk di dalam kate­gori kafir. Kemunafikan itu sendiri dicirikan oleh hadis Nabi dengan kesukaan berbohong, kesu­kaan berjanji tetapi tidak ditepati, dan jika diberi amanah dikhianati. Kemunafikan ini termasuk penyakit sosial yang bisa merusak tatanan dan ketenteraman di dalam kehidupan masyarakat. Karena itu wajar jika sangat dicela di dalam Al- Qur'an dan hadis. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya