Berita

Foto: Dok

Politik

Kelompok Cipayung Plus Jakarta Deklarasikan Terorisme Musuh Bersama

KAMIS, 17 MEI 2018 | 10:31 WIB | LAPORAN:

Maraknya kembali aksi-aksi pengeboman dan teror, seperti yang terjadi di Mako Brimob, gereja-gereja dan Polrestabes di Surabaya juga Mapolda Pekanbaru, Riau, dianggap mendiskreditkan umat Islam Indonesia.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Raya M David Aqmal menegaskan, Islam bukanlah teroris.

"Perbuatan teror bukan bagian dari ajaran Islam. Karena agama Islam tidak mengajarkan hal seperti itu," ujar David Aqmal, dalam Aksi Kemanusiaan dan Solidaritas Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, di Kantin UMKM Universitas YARSI, Cempaka Putih Jakarta Pusat, kemarin.


Sementara, Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta, M Muhadzab menyebut, perbuatan teror tidak bergerak hanya dalam aksi-aksi dunia nyata, tetapi juga digalang secara massif lewat media sosial.

"Jadi kita harus cerdas menyikapi berita yang beredar, jangan sampai terprovokasi," ujarnya.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta Agung Tamtam Sanjaya Butar-butar berpendapat, tindakan teroris merupakan perbuatan biadab yang harus dilawan secara bersama-sama. Terorisme, lanjut Tamtam, harus dijadikan sebagai musuh bersama.

"Terorisme adalah juga tindakan pengecut. Kita semua harus bersatu melawannya. Pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat, mesti satu padu melawan teror dan menjadikannya musuh bersama. Kita mulai dari lingkungan sekitar kita," tutur Tamtam.

Dia juga meminta lembaga eksekutif dan legislatif tidak sibuk berpolemik mengenai dasar hukum pemberantasan aksi-aksi terorisme. Menurut Tamtam, lembaga-lembaga itu harus segera membuat regulasi yang kuat.

"Eksekutif dan legislatif harus membuat regulasi untuk menangani tindakan teroris," ujarnya.

Sementara, Ketua Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Rakanda Zein Abdurrohim menyampaikan, Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi beberapa instansi yang sangat berkaitan langsung mengatasi terorisme di Indonesia.

“Presiden harus mengevaluasi lembaga-lembaga seperti BIN, Polri, TNI dan BNPT, agar kinerja dapat maksimal,” ujar Zein Abdurrohim.

Kordinator Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) Dodi Hidayat, sembari menyampaikan rasa belasungkawa kepada para korban teroris, menekankan pentingnya kesatuan hati melawan terorisme.

"Kita harus bergandengan tangan melawan segala bentuk teror," ujar Dodi.

Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Syahril mengatakan, teror adalah musuh bersama yang tidak bisa dilawan dengan cara-cara biasa saja.

"Teror dan terorisme adalah musuh kita bersama. Kita harus melakukan perlawanan dengan masif. Kita jangan mau kalah dengan teror," ujar Syahril.

Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hukmahbudhi) Jakarta Timur, Pandita Susila Darma mengejar kinerja legislatif dan pemerintah dalam mengesahkan UU Antiterorisme. Menurut dia, UU itu harus segera diberlakukan.

"DPR dan Pemerintah harus mengesahkan RUU Anti Terorisme, agar kita bisa melawan teror dengan landasan hukum yang jelas," ujar Pandita Susila Darma.

Di tempat yang sama, Dirbinmas Polda Metrojaya, Kombes Pol Sambodo optimistis jika seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa dan pemuda telah menyatakan terorisme sebagai musuh bersama, maka perkembangan terorisme di Indonesia pasti bisa diberantas.

"Kami berterima kasih kepada Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, karena berkomitmen menyatakan teroris sabagai musuh bersama. Justru para anggota polisi yang gugur itu adalah anggota Polri yang meninggal karena ber-jihad. Mereka melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya demi bangsa dan negara," ujar Kombes Pol Sambodo.

Aksi kemanusiaan dan solidaritas ditutup dengan foto bersama, bergandengan tangan sebagai komitmen untuk melawan teror. [wid]



Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya