Berita

Foto/Net

Politik

Demo Kedubes AS Di Yerusalem Makan Korban, PKS: Ini Layak Disebut Pembantaian

RABU, 16 MEI 2018 | 03:29 WIB | LAPORAN:

Tindakan militer Israel yang menewaskan 55 warga serta melukai ribuan warga Palestina layak disebut pembantaian dan merupakan tindakan biadab.

Begitu penilaian Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini terkait aksi demonstrasi mengecam pembukaan Kedubes AS di Yerussalem dan HUT 70 Pendudukan Israel yang berujung maut.

Menurutnya pengakuan sepihak Yerussalem sebagai Ibukota Israel sejatinya adalah babak baru kezaliman Israel kepada bangsa Palestina. Hal itu terbukti, di hari peresmian Kedubes Amerika militer Israel telah membantai tak kurang dari 55 warga Palestina yang sedang berunjuk rasa.
"Ini sungguh tindakan yang biadab," ungkap Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5).

"Ini sungguh tindakan yang biadab," ungkap Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5).

Ketua Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi Luar Negeri DPR ini juga meminta otoritas internasional melalui PBB, OKI, atau koalisi negara-negara untuk pembelaan Palestian melakukan sidang darurat guna mengambil langkah-langkah efektif dan eksekutorial untuk menghentikan kebrutalan Israel yang baru saja mendapat legitimasi (dukungan) dari Amerika Serikat atas Yerussalem.

Menurutnya, dunia internasional harus melihat kasus tersebut sebagai tragedi kemanusiaan.

"Dunia internasional harus menghukum Israel atas tindakan brutalnya betapapun selama ini Israel seolah tak terjamah hukum internasional. Tapi, setidaknya kita menunjukkan pada penduduk dunia bahwa pembantaian nyawa manusia tidak didiamkan dan memiliki konsekuensi serius," tegas Jazuli.

Lebih lanjut Anggota Komisi I ini juga meminta Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes, kecaman, dan mengambil inisiatif multilateral untuk menghentikan aksi brutal Israel tersebut. Hal ini, lanjut Jazuli, semata-mata untuk menunjukkan keberpihakan Indonesia pada kemanusiaan universal dan hutang Indonesia atas kemerdekaan bangsa Palestina yang hingga kini masih terjajah.

"Kita bangsa Indonesia saat ini sedang berduka akibat serangan teroris biadab. Pada saat yang sama warga Palestina juga sedang berduka merasakan pembantaian yang tak kalah biadab bahkan dengan jumlah korban yang jauh lebih besar. Untuk itu, atas dasar solidaritas kemanusiaan dan amanat konstitusi UUD 1945, sudah semestinya Pemerintah Republik Indonesia turut mengecam dan melakukan langkah-langkah multilateral dan diplomatik atas kejadian ini," Demikian Jazuli. [nes]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya