Salah satu ormas pendiri Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) menaruh harapan dan kepercayaan kepada pemerintah memberantas terorisme di Indonesia secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
"SOKSI percaya bahwa kekuatan Polri bersama TNI sangat tangguh dan siap," kata Ketua Umum Soksi, Ali Wongso dalam keterangannya.
Namun diakuinya selama ini mereka terkendala dengan banyaknya kelemahan pada UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atau Antiterorisme.
"UU itu kenyataanya sangat membatasi peran Polri sendiri termasuk persepsi yang keliru tentang HAM, selain tak jelasnya tugas TNI serta membatasi strategi manajemen pemberantasan terorisme itu sendiri," terangnya.
Sepengetahuan dirinya, pemerintahan Jokowi-JK sudah sejak dua tahun lebih yang lalu mengajukan revisi UU 15/2003 ke DPR. Tetapi lanjut Ali, pembahasannya mandeg di Pansus DPR.
Kemandegan ini menurut dia, turut berkontribusi terhadap tren meningkatnya potensi terorisme sebagaimana juga terindikasi dari peristiwa Mako Brimob dan Bom Surabaya baru-baru ini.
"Logikanya tanpa UU Antiterorisme yang kuat dan efektif memayungi tindakan pemberantasan terorisme selama ini maka akibatnya terorisme makin bertumbuh dan bahkan para teroris beserta jaringan pendukungnya relatif leluasa bergerak yang merupakan ancaman serius bagi kehidupan dan keselamatan bangsa ke depan," terang mantan anggota DPR periode 2009-2014 ini.
Menghadapi lambannya revisi UU Antiterorisme, Ali menilai 'warning' dan sikap tegas serta berani Presiden Jokowi kepada DPR patut diapresiasi tinggi. Namun ia mengharapkan pemerintah jangan sampai kecolongan dan kalah cepat lagi terhadap gerakan terorisme.
"Keselamatan rakyat, bangsa dan negara adalah di atas segala kepentingan, maka revisi UU Antiterorisme tidak boleh asal segera selesai tetapi apa dan bagaimana konten UU itu juga harus sungguh-sungguh kuat secara menyeluruh sebagai payung hukum bagi Polri dan TNI serta lembaga negara terkait lainnya untuk memberantas terorisme secara efektif adalah prinsip," tegasnya.
[wid]