Berita

Dave Laksono/Net

Politik

Aksi Teror Jangan Dipolitisasi Untuk Menyerang Jokowi

SELASA, 15 MEI 2018 | 09:14 WIB | LAPORAN:

. Komisi I DPR RI menilai merebaknya aksi terorisme dalam sepekan terakhir mengingatkan betapa UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sudah tidak memadai sebagai payung hukum dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Anggota Komisi I Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, revisi UU tersebut bisa selesai pada masa sidang mendatang. Kendala penyelesaian revisi UU yang digagas sejak 2016 hanya karena perbedaan definisi terorisme.

"Jika pemerintah sudah sepakat tentang definisi terorisme, RUU terorisme bisa dituntaskan pada masa sidang mendatang," katanya kepada wartawan, Selasa (15/5).


Menurut Dave, UU Anti Terorisme dipandang hanya fokus pada upaya penindakan setelah aksi teror terjadi. Sementara aksi teror merupakan buah dari rangkaian panjang kegiatan sebelumnya. Dengan UU itu, penegak hukum tidak bisa menindak mereka yang merencanakan aksi teror, termasuk kegiatan pendoktrinan para calon pelaku teror.

"Apa yang kita saksikan dalam sepekan terakhir ini sudah pasti terorisme karena terlihat terorganisir dan terencana. Apalagi dari korban yang meninggal tersebut diduga ada pelaku bom bunuh diri. Kita butuh payung hukum dalam upaya pemberantasan tindak pidana terorisme," jelasnya.

Di samping itu, Dave yang juga politisi Partai Golkar meminta agar aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air tidak menjadi bahan komoditas politik untuk menyerang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Kita semua sepakat mengutuk keras tindakan terorisme yang sudah tidak berperikemanusiaan itu, tapi jangan pula aksi mengutuk terorisme dijadikan komoditas politik untuk menyerang pemerintah. Menggoreng aksi terorisme dalam framing negative campaign terhadap Jokowi apalagi sampai memecah kesolidan Polri dan TNI dalam upaya menjaga keutuhan NKRI," paparnya.

Untuk itu, Dave mendesak agar kepolisian segera dapat menangkap aktor aksi teror yang telah menyebabkan banyak korban jiwa.

"Kami berharap aparat dapat segera mengungkap dan menegakkan hukum terhadap pelaku agar masyarakat dapat kembali tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari," katanya.

Selain juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja maksimal dalam mendeteksi dini aksi pengeboman yang terjadi. Padahal, jika deteksi dini dapat dilakukan mampu mencegah timbulnya korban.

"BIN harus maksimal untuk mendeteksi ancaman terorisme seperti ini. Dari sisi anggaran, BIN sudah naik. Saya kira kondisi ini juga harus jadi perhatian di BIN sebagai mata dan telinga negara," demikian Dave. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya