Berita

Pertahanan

Empat Orang Yang Tewas Ditembak Berencana Serang Markas Polisi

MINGGU, 13 MEI 2018 | 17:14 WIB | LAPORAN:

Polisi menembak mati empat terduga teroris yang diciduk pada dini hari (Minggu, 13/5) di daerah Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengungkapkan kronologi penangkapan empat terduga teroris yang akhirnya ditembak mati itu. Awalnya, polisi beraksi pukul 02.00 WIB di terminal Pasir Hayam. Empat orang itu disasar berdasarkan informasi intelijen.

Target menggunakan mobil Honda Brio F 1614 UZ dan telah dibuntuti petugas sejak dari Sukabumi. Dari Sukabumi, rombongan melakukan perjalanan ke Cianjur.


"Kemudian ke Cianjur, tepatnya di Pasir Hayam, pada terduga teroris telah mengetahui keberadaan petugas yang mengikuti," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (13/5).

Mereka mencoba melarikan diri dengan masuk ke dalam kawasan terminal Pasir Hayam. Aparat melakukan pengejaran ke dalam terminal, namun mendapatkan perlawanan. Salah satu terduga teroris mengacungkan senjata api jenis revolver ke arah petugas.

"Sehingga Polri melakukan tindakan tegas, empat terduga teroris tertembak karena melakukan perlawanan. Pada pukul 04.00 WIB jenazah dibawa ke RS Polri Jakarta," lanjut Setyo.

Identitas empat orang itu adalah Batti Bagus Nugraha, Dwi Cahyo Nugroho, Agus Riyadi dan Haji Saputra.

Mereka diduga mengikuti pelatihan semi militer di Sukabumi dalam rangka persiapan aksi teror. Mereka juga diidentifikasi berasal dari kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Jabodetabek yang dipimpin oleh K dan DS. K dan DS merupakan napi kasus terorisme yang saat ini sudah ditahan di Nusakambangan.

Setyo mengungkapkan, empat orang itu diketahui berencana menyerang pos polisi di berbagai titik dengan berbagai jenis senjata.

"Mereka merencanakan penyerangan Pos Polisi di wilayah Jakarta, Bandung, dan Mako Brimob Kelapa Dua. Hit and run menggunakan senjata api yang sudah disita petugas, panah busur yang di ujungnya ada bom," ungkap Setyo

Bahkan Setyo menyebut mereka sebagai sel-sel terorisme yang bangkit kembali.

"Mereka boleh disebut sebagai sel-sel hidup yang bangkit menjelang Ramadhan dan Lebaran," tambahnya.

Setelah petugas melakukan tindakan tegas, petugas melanjutkan pengejaran dan menangkap kembali seseorang berinsial G di Sukabumi, Jawa Barat, dan satu orang lagi berinsial M di Cikarang, Bekasi. [ald]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya