Berita

Foto: Net

Politik

Pendekatan Polri Hadapi Napi Teroris Layak Diacungi Jempol

JUMAT, 11 MEI 2018 | 23:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sikap Polri yang mampu menahan diri meski lima anggotanya terbunuh dalam drama sandera Mako Brimob, Rabu (9/5) layak diacungi jempol.

Polri tidak melampiaskan kekesalan dengan penyerangan brutal ke napi teroris. Sebaliknya, Korps Bhayangkara itu lebih mengedepatkan soft approach atau pendekatan lunak.

Begitu kata pelaksana tugas (Plt) Rektor UIN Pontianak M Syarif dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Jumat (11/5).


"Kita harus lihat konteks dan situasi kejadiannya. Saya kira langkah Polri sudah tepat dengan mengambil soft approach," kata Syarif yang juga pengurus teras NU Pontianak.

Menurutnya, dalam situasi kericuhan yang disertai penyanderaan anggota kepolisian oleh narapidana terorisme, maka pendekatan penanggulangan mesti didahulukan sebelum aksi penyergapan dan penyerangan (hard approach).

Sebab, sambung Syarif, jika cara yang terakhir ini justru didahulukan, kemungkinan besar akan memperbanyak jatuhnya korban.

"Di dalam kan ada sejumlah anggota polisi yang disandera. Tentu tak bisa gegabah langsung diserang, bisa lebih fatal lagi kalau begitu," tegasnya.

Syarif melanjutkan, penanggulangan terorisme melalui pendekatan lunak memang butuh waktu dan tidak secepat pendekatan yang mengandalkan cara-cara kekerasan. Polisi bahkan butuh waktu sekitar 36 jam untuk mengambil alih keadaan.

"Jangan salah memahami. Apalagi dengan cepatnya menuding polisi lamban dan tidak tegas," ujarnya.

Ia juga menyayangkan reaksi sebagian pihak yang gampang menuding dan menyalahkan pihak tertentu serta menyeretnya ke masalah politis. Sikap itu dinilai sama sekali tidak menguntungkan bagi spirit penanganan dan penganggulangan terorisme di Indonesia.

"Jadi, janganlah memperkeruh suasana," tandasnya. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya