Berita

Foto/Net

Politik

Rupiah Diguncang Dolar, Jokowi Sebaiknya Tak Nyapres Lagi

JUMAT, 11 MEI 2018 | 17:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Janji kampanye yang disampaikan Joko Widodo saat pilpres 2014 rupiah akan menguat Rp 10.000 dolar AS bila dirinya menjadi presiden jauh panggang dari api. Beberapa hari ini rupiah malah tembus Rp 14.000 per dolar AS.

"Pemerintahan Jokowi gagal total dalam mengelola ekonomi. Wajar banyak pihak yang menyindir 'jadi presiden itu berat, Pak Jokowi cukup 1 periode atau mundur saja," kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (11/5).

Dia mengatakan anjloknya rupiah dihadapan dolar membuat publik tidak percaya terhadap rezim Jokowi dalam menstabilkan ekonomi. Tak hanya itu, ketidakpercayaan juga muncul di kalangan investor.


Panji menambahkan ekonomi adalah faktor utama meninjau keberhasilan kinerja sebuah pemerintahan. Sementara selama Jokowi berkuasa, pertumbuhan ekonomi RI stagnan di angka 5%.

Dia mengatakan kian mahalnya harga-harga sembako juga menjadi pemicu ketidakpercayaan publik terhadap Jokowi. Adapun investasi besar-besaran dari Tiongkok membuat investor dari negara lain mundur.

Panji pun menyarankan Jokowi mengurungkan diri maju sebagai capres karena tidak ada prestasi yang sangat membanggakan di era kepemimpinannya. Masyarakat banyak mengeluh, UMKM mengeluh, dan tidak sedikit pula usaha ritel gulung tikar.

"Penyebab dari anjloknya ketidakpercayaan publik adalah Jokowi tidak mampu menjalankan komitmen janji Pilpres 2014 lalu hingga saat ini," tutup Panji.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya