Berita

Politik

Aksi 115: Pemerintah Indonesia Harus Berjuang Keras Menekan OKI Dan PBB

JUMAT, 11 MEI 2018 | 16:11 WIB | LAPORAN:

Aksi "Indonesia Bebaskan Al-Quds" di kawasan Monas, Jakarta Pusat, mengeluarkan sejumlah tuntutan terkait situasi di Palestina.

Tuntutan itu dibacakan Ketua Panitia, Saifuddin Ahmad Syuhada, di hadapan ratusan ribu umat Islam yang berpartisipasi.

Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah Indonesia melawan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerussalem pada 14 Mei mendatang. Desakan itu sesuai janji pemerintahan Jokowi.


"Pemerintah Republik Indonesia untuk berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bersama melawan keputusan Donald Trump," ujar Syuhada dari atas panggung, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).
   
Pihaknya juga mendesak Majelis Umum PBB untuk tegas terhadap Donald Trump. Sejatinya, Trump menentang 9 resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Di antaranya resolusi 242 tahun 1967, resolusi 252 pada tahun 1968, resolusi 456 dan 478 pada tahun 1980, 672 pada tahun 1990, 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya," bebernya.

Keputusan Trump memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem yang ditelurkan pada 6 Desember 2017 sudah ditolak negara-negara di dunia. Hal itu diperkuat dengan hasil sidang darurat Majelis Umum PBB bulan Februari lalu. Setidaknya sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang menolak keputusan Trump yang provokatif.

Alih-alih mengindahkan resolusi Dewan Keamanan PBB, Trump malah bersikukuh memindahkan kedutaannya pada 14 Mei mendatang.

"Ini kebijakan Trump yang sangat provokatif. Keputusan ini bertetapan dengan 70 tahun dimulainya pendudukan Israel atas Palestina," kata Syuhada.

Pihaknya mendesak Trump untuk segera membatalkan pengakuan terhadap keberadaan Israel sebagai negara, membatalkan rencana pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem, membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

OKI juga harus bersatu menentang keras keputusan provokatif Trump dengan segera menggelar sidang darurat. Hal itu untuk menampung aspirasi umat Islam global.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia, agar terus bersatu dalam memperjuangan hak-hak rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah Zionis Israel," imbaunya.

Aksi 115 juga meminta umat Islam Indonesia untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah agar tercapai tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha kepada kaum muslimin. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya