Berita

Mahathir Mohamad/reuters

Politik

Hanafi Rais: Ada Hikmah Dari Kemenangan Mahathir

KAMIS, 10 MEI 2018 | 18:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kejutan datang dari negeri jiran. Kemenangan oposisi yang dipimpin Tun Dr. Mahathir Mohamad dan Datuk Seri Wan Azizah dalam pemilihan umum mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional yang sudah berlangsung sekitar 60 tahun.

Di mata Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan kesadaran masyarakat Malaysia tentang salah urus bidang ekonomi oleh pemerintahan Barisan Nasional. Hasil Pemilu Malaysia sangat meyakinkan untuk mendorong perubahan di negeri itu.

"Kami melihat pemerintah Malaysia yang baru akan fokus pada isu-isu kedaulatan ekonomi dan teritorialnya. Saya berharap pemerintahan baru ini akan melihat kebutuhan berbagai lapisan masyarakat banyak dan bukan hanya mendukung para elite," terang Hanafi dalam siaran pers, Kamis (10/5).


Selain itu, Mahathir dan koalisinya kemungkinan bakal melihat perkembangan keseimbangan hubungan diplomatik dan ekonomi di ASEAN yang mengevaluasi dominasi Cina dan sekutu politiknya.

"Indonesia menyambut baik gelombang perubahan politik ini di negara tetangga kami, Malaysia," lanjut Hanafi.

Mengambil contoh dari Malaysia, Hanafi menyebut rakyat Indonesia telah melihat berjalannya reformasi selama 20 tahun terakhir. Namun gerakan reformasi masih ada untuk mengkritik pemerintah yang gagal memenuhi kebutuhan rakyat.

"Saya menantikan diskusi konstruktif dengan pemerintahan baru (di Malaysia). Kita semua mendapatkan kesempatan yang langka ini untuk melihat tertorehnya sejarah baru," kata Hanafi.

Ia pun menyebut Mahathir Mohamad dan Wan Azizah sebagai patriot yang mempertaruhkan segalanya untuk meletakkan dasar bagi masa depan lebih cerah bagi semua warga Malaysia.

"Ada pelajaran penting dari sejarah Malaysia ini yang dapat kita jadikan hikmah bersama," tutup Hanafi. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya