Ketut MB Suardhana dan Sun Xiaopeng/Net
Instruksi Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang agar perusahaan-perusahaan China untuk lebih banyak lagi berinvestasi di Indonesia langsung menuai respon.
Beberapa perusahaan China langsung melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia. Setidaknya hal ini tergambar dari kunjungan bisini yang dilakukan salah satu delegasi China pada Selasa (8/5) lalu di Bali.
Perusahaan Power China-Sinohydro Corporation menjalin kerjasama dengan PT Pembari dalam hal pembangunan Bandara Bali Utara (Batara).
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU dari perwakilan Power China-Sinohydro Corporation, Sun Xiaopeng dan chairman PT Pembari, Ketut MB Suardhana.
Dijelaskan Suardhana bahwa pihaknya sangat serius menggandeng mitra lokal maupun asing untuk mewujudkan niat masyarakat Bali Utara mempunyai bandara baru. Bandara ini penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali utara yang saat ini tertinggal jauh oleh saudara-saudara mereka di Bali Selatan.
“Walaupun kami menggandeng perusahaan dari China, namun kami sudah tekankan dan cantumkan di dalam isi perjanjian agar nantinya menggunakan lebih banyak tenaga kerja lokal Bali atau Indonesia dan sesedikit mungkin menggunakan tenaga kerja dari Negeri China,†ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/5).
Sementara itu, Sun Xiaopeng menyambut baik ajakan dari Pembari tersebut. Sehingga, dalam pelaksanaan proyek Bandara Bali Utara nanti lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal.
Power China-Sinohydro Corporation merupakan perusahaan yang telah lama beroperasi di Indonesia dan mengerjakan beberapa megaproyek seperti Bendungan Jatigede dan Power Plant di Bengkulu. Perusahaan ini juga berpengalaman membangun bandara di China dan di luar China, dan termasuk perusahaan multinasional urutan ke-190 dalam daftar Fortune 500.
Sedangkan PT Pembari sebagai konsorsium pembangunan Bandara Batara telah menjalin kerjasama dengan BUMD Bali seperti PT. Perusda Bali dan BUMN, yakni Wika dan Adhi Karya.
[ian]