Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Komitmen Rebut Wilayah Udara Dari Singapura Tolong Dijaga

RABU, 09 MEI 2018 | 07:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mempertahankan setiap jengkal wilayahnya. Kedaulatan Indonesia atas daratan, udara, dan laut harus dipertahankan dan diperkuat.

Begitu pesan ekonom senior Dr. Rizal Ramli agar Indonesia tidak dianggap bangsa yang lemah, apalagi di mata negara tetangga.

Dalam pembaruan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirilis Kemenkominfo, banyak wilayah Indonesia yang mengalami pembaruan batas dengan negara lain.


Di antara yang baru itu adalah batas laut Indonesia dengan Singapura yang telah diratifikasi pada 2017 lalu. Termasuk, adanya pembaruan wilayah perairan Indonesia di utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Perairan yang masuk wilayah batas Landas Kontenen (LK) Indonesia ini tidak lagi bernama Laut China Selatan, tetapi sudah diubah dengan nama Laut Natuna Selatan.

Selain itu ada juga garis batas Zona Ekonomi Ekslusif terbaru antara Indonesia dan Filipina di utara Gorontalo dan Sulawesi Utara.    

Namun bagi Rizal Ramli, hal terpenting dari pembaruan peta NKRI ini adalah wilayah udara Indonesia yang sekarang dikendalikan Singapura bisa dikembalikan ke Indonesia tahun 2019. Hal ini sebagaimana putusan Kabinet Jokowi di tahun 2016 lalu.  

"Tolong bantu jagain agar keputusan Kabinet Jokowi tahun 2016, agar wilayah udara Indonesia yang sekarang dikendalikan Singapura dikembalikan ke Indonesia tahun 2019. FIR (Flight Information Region), jangan sampai ada yang terpedo," tukas mantan Menko Kemaritiman itu yang akrab disapa RR itu.

Jokowi pernah memanggil Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri untuk mengambil alih FIR dari Singapura. Jokowi menargetkan tahun 2019 FIR itu sudah kembali ke Indonesia.

Indonesia masih belum diizinkan oleh International Civil Aviation Organitation (ICAO) untuk mengelola ruang udara di wilayah Kepri, Tanjungpinang, dan Natuna. Ini lantaran Indonesia dianggap belum memiliki kesiapan infrastruktur dan SDM yang mumpuni. [ian]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya