Berita

Ali Mahsun/Net

Politik

Cari Pro Kawulo Alit, PKL Minta Presiden Mendatang Sanggup Lunasi Hutang Luar Negeri

SELASA, 08 MEI 2018 | 08:17 WIB | LAPORAN:

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) meminta setiap para calon yang hendak bertarung di Pilpres 2019 harus memastikan sanggup membayar hutang Indonesia yang sudah mencapai Rp 4 ribu triliun.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun mengatakan, ke depan anak-anak bangsa Indonesia tidak boleh terbebani oleh hutang yang ditumpuk oleh penguasa hari ini.

Pria yang juga dikenal sebagai Presiden PKL ini menjelaskan, dengan hutang yang sudah mencapai Rp 4 ribu triliun, setiap capres harus sudah mampu menunjukkan formula untuk menyelesaikannya saat ini. Selain itu, masyarakat harus diberikan kepastian bahwa presiden berikutnya tidak akan menindas rakyat demi membayar hutang yang sangat besar itu.


Tidak bisa dipungkiri, kata dia, yang akan melaksanakan pelunasan hutang itu adalah presiden mendatang. Oleh karenanya, Ali berharap, masyarakat pun sadar agar tidak memilih calon presiden yang doyan berhutang ke luar negeri.

"Yang tidak sanggup tidak perlu mencalonkan diri pada Pilpres RI 2019, apalagi hanya memiliki hobi hutang ke luar negeri dan sediakan karpet merah kepada kekuatan ekonomi bangsa asing," ujarnya.

Ali mengingatkan, Indonesia adalah negara dan bangsa yang besar, kaya raya dan sangat strategis. Bahkan, kata dia, seandainya seluruh kekuatan ekonomi bangsa asing keluar dari Nusantara Indonesia maka rakyat dan bangsa Indonesia tetap akan sejahtera secara berkeadilan.

“Syaratnya hanya satu yaitu asal pemimpin nasional Indonesia, presiden RI 2019-2024 mau mewujudkannya. Indonesia mampu, asal pemimpinnya mau," katanya.

Dia mencontohkan, perputaran roda perekonomian di lapak usaha PKL dan ekonomi rakyat per tahun saja bisa mencapai Rp 9,750 triliun. Itu terjadi tanpa komitmen yang nyata dari kebijakan pemerintah.

Bahkan, lanjutnya, PKL seringkali berada pada pusaran kebijakan yang berpihak pada kekuatan ekonomi bangsa asing  atau kongsi multinasional kapitalis bangsa asing.

"Demikian pula, aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia sungguh sangat melimpah yang selama ini salah kelola," ucap Ali.

Bagi PKL, kata dia, sosok Presiden mendatang adalah sosok yang inspiring, strong character and risk taker.

"Itu sosok yang berani, tegas, disiplin, amanah dan konsisten atau istiqamah untuk mau melindungi dan memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat dan kawulo alit Indonesia,”" ujar Ali yang juga disebut sebagai Presiden Kawulo Alit.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya