Berita

Foto: Net

Politik

KOTI Puji Langkah Fatayat NU Bangkitkan Gobak Sodor

SELASA, 08 MEI 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ajang Pekan Olahraga Perempuan (POP) Fatayat NU yang dibuka pada Sabtu (5/5) masih berlangsung hingga hari ini.

Ada tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni bola voli, bulutangkis dan gobak sodor. Sebanyak 16 organisasi perempuan dari area Jawa Tengah dan Yogyakarta turut serta menurunkan delegasi dalam acara yang dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi itu.

Pengurus Pusat Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Choirul Umam memuji acara ini. Apalagi, dalam acara ini turut mempertandingkan cabang olahraga gobak sodor yang sudah hampir tak dikenali lagi saat ini.


Gobak sodor, sambungnya, sarat akan makna filosofis. Permainan ini mengisyaratkan kekuatan daya tahan atas tanah air Indonesia. Pemain harus sekuat tenaga mempertahankan rumahnya sehingga tidak ada lawan yang mampu masuk dan memperoleh poin karena merebutnya.

Tak hanya itu, permainan yang kerap juga disebut hadang ini mengajarkan nilai-nilai kerjasama, kekompakan, kebersamaan, dan komitmen.

"Permainan ini bukan hanya sehat fisik tetapi juga sehat batin. Karena di dalamnya sarat akan nilai yang jika kita paham sebenarnya itu adalah pondasi kokohnya suatu bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (8/5).

Umam menambahkan melalui event ini Fatayat NU telah berhasil mengubah persepsi masyarakat bahwa gobak sodor itu olahraga yang kampungan dan tidak bisa masuk event nasional.

Nyatanya, setelah resmi menjadi salah satu cabor, kini gobak sodor mulai banyak dikenal dan di pertandingkan lagi.

"POP Fatayat ini juga lagi dapat momen banget, pas kemarin Pak Jokowi main hadang di Istana Bogor dan sekarang dipertandingkan di pekan olahraga perempuan ini," imbuhnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya