Berita

Foto: RMOL

Politik

LAHAN TERANCAM DISEROBOT

Warga Rawa Malang Curhat Ke Fraksi PDIP

SENIN, 07 MEI 2018 | 23:08 WIB | LAPORAN:

Beberapa perwakilan warga RW 09, Kampung Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara bertandang ke Fraksi PDI Perjuangan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (7/5).

Mereka curhat soal permasalahan lahan dan bangunan ke anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto.

Salah satu warga, Gondo menceritakan kronologi permasalahannya ke Banteng Senayan itu.


"Tanah dan bangunan yang kami tempati saat ini diperoleh secara sah dengan dasar Sertifikat Hak Milik No.31 atas nama seseorang, kami juga memiliki Akte Jual Beli yang dibuatkan oleh PPAT Kecamatan pada 1986 -1990," jelasnya.

Kemudian, lanjut Gondo, pada tahun 1990 ada warga yang membeli kembali, namun sayang saat itu warga tersebut menemui kesulitan saat mengurus surat-surat tanahnya.

"Alasannya sertifikat induk tersebut dipinjamkan ke ahli waris,” imbuhnya.

Karena tidak ditemukan sertifikat induk, akhirnya warga hanya dibuatkan surat keterangan bersegel dan kwintansi dari pihak ahli waris berdasarkan surat kuasa.

Diungkapkan, warga sebenarnya ingin meningkatkan status kemilikan surat atas lahan dan bangunan yang dimiliki. Namun, upaya mereka terhalang oleh SHM induk yanh tidak ditemukan.

"Beredar informasi (SHM) telah diagunkan,” terangnya.

Parahnya lagi, warga didatangi oleh pihak ketiga yang seolah-olah membawa SHM induk dan mengaku sebagai pemenang lelang untuk melakukan survey atas lahan seluas 12 ribu meter persegi tersebut.

Pihaknya pun mengaku curiga kedatangan mereka akan menyerobot lahan milik warga.

"Dugaan warga pun semakin menguat jika SHM induk telah diagunkan dan diduga juga ada permainan mafia. Karena lokasi lahan kami memang dekat TPU Budi Dharma, maka berdasarkan informasi lahan kami akan dijual ke pihak Dinas Pemakaman,” ujarnya.  

Kemudian, pada 30 April 2018 lalu, pihaknya menolak pengukuran oleh Dinas Cipta Karya, karena sama sekali tidak ada izin RT RW dan musyarawah terlebih dahulu dengan warga. Diapun menduga ada permainan mafia yang mau menjual lahan dan warga akan diadu dengan pemerintah.

"Kami berharap kepada Bapak Darmadi Durianto sebagai anggota DPR dapat memberikan solusi dan memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat kecil, karena kami menilai ini adalah penyerobotan,” terangnya.

Darmadi Durianto prihatin atas nasib yang dialami warga. Bendahara Umum Megawati Institute ini pun memperjuangkan agar warga bisa mendapatkan haknya yang dirampas secara pihak oleh oknum tertentu yang menebus tanah dengan nilai 260 juta. Padahal nilai tanah itu saat ini sudah bernilai Rp 26 miliar.

"Perintah Ibu Ketum (Megawati Soekarnoputri) kita harus tertawa dan menangis bersama rakyat. Sekarang warga Rawa Malang sedang menangis, PDI Perjuangan akan membuat mereka tertawa dan tersenyum kembali," serunya sembari berjanji akan memperjuangkan nasib warga melalui jalur politik maupun hukum.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Irwan Setiadi yang mendampingi warga pun ikut bicara. Dia memperkuat pernyataan Darmadi dengan mengatakan bahwa sebagai pengurus dan kader, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Kader partai harus melekat kepada rakyat harus mampu merasakan apa yang menjadi penderitaan rakyatnya untuk diperjuangkan. Beruntung kami punya wakil rakyat di DPR seperti pak Darmadi Durianto yang sangat peduli dan mau membantu kesulitan rakyatnya,” demikian Irwan. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya