Berita

Marianto/RMOL

Politik

Tuntut Keadilan, Pedagang SIM Card HP Ngadu Ke Rizal Ramli

SENIN, 07 MEI 2018 | 18:30 WIB | LAPORAN:

Komunitas Niaga Seluler Indonesia (KNCI) sowan ke kantor ekonom senior Dr. Rizal Ramli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (7/5).

Mereka datang untuk mengadukan nasib sekaligus meminta kesediaan Rizal Ramli untuk ikut dalam aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada Rabu (9/5) nanti. Demonstrasi itu akan diikuti oleh sedikitnya 15 ribu demonstran.

"Saya berharap Pak RR hadir. Cuma tadi sudah dibilang kalau beliau bakal keluar kota dan nggak bisa hadir," kata pengurus KNCI Jawa Barat, Marianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/5).


Marianto menjelaskan bahwa demo itu dimaksudkan untuk mendesak Menkominfo Rudiantara dan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo Ahmad M. Ramli untuk segara merealisasikan janji memberikan akses yang luas bagi mereka yang melakukan registrasi kartu, tanpa harus dibatasi.

Janji Rudiantara dan Ahmad M Ramli diutarakan saat aksi demo KNCI terdahulu. Tuntutan terhadap aturan pembatasan registrasi satu NIK hanya tiga kartu perdana yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah dilakukan KNCI secara diplomatif kepada Kominfo sejak Juli 2017.

"Kita sudah negoisasi, dia ngizinin 10 pada waktu itu tapi 10 pun belum. Yang sudah ditetapkan tiga doang. Kami mau diberikan akses seluas-luasnya seperti mitra yang ditunjuk. Karena kita harus daftar lebih dari 3 nomor, kita harus datang ke gerai. Berarti otomatis pelanggan kami ke gerai semua. Padahal gerai itu outsourcing. Bukan milik provider,” urai pedagang SIM card telepon seluler ini.

Lebih lanjut, Marianto menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah soal pembatasan penggunaan tiga SIM card setiap operator itu sangat merugikan. Sebab, untuk bisa memiliki lebih dari tiga SIM card hingga lima, pelanggan harus ke gerai milik provider.

"Kami sangat dirugikan sekali, begitu outlet tradisional kami ini bersinggungan dengan modern chanel, kami akan tergerus. Karena sistem ini tidak transparan. Karena kalau lebih dari tiga hanya menghubungi tempat tertentu. Gerai. Kami menuntut akses yang sama," sesalnya.

Kebijakan itu kata dia sudah merugikan omset penjualan mereka.

"Kalau untuk dirupiahkan belum bisa, tapi yang jelas di atas 50 persen," pungkasnya.

Di kantor Rizal Ramli, Marianto Cs diterima langsung oleh Rizal Ramli dan tim secara tertutup.

Aksi KNCI ini akan digelar pada Selasa dan Rabu (8 dan 9 Mei 2018). Pada Selasa, satu orang akan berdiri di depan Istana Negara sembari memegang poster tuntutan dari pukul 14.00 sampai 17.00 WIB. Sedangkan Rabu (9/5), aksi akan dimulai dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya