Berita

Eddy Soeparno/Net

Politik

Pertemuan Di Kantor Seskab, Sekjen PAN: Kami Tidak Menerima Undangan

SENIN, 07 MEI 2018 | 18:15 WIB

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno tidak menerima undangan pertemuan para sekjen partai koalisi pendukung pemerintah di Kantor Sekretariat Kabinet. Eddy sama sekali tidak tahu ihwal pertemuan tersebut.

"Kami tidak pernah menerima undangan pertemuan para sekjen partai koalisi atau kabar rencana pelaksanaan pertemuan tersebut," ujar Eddy Soeparno melalui pesan elektronik kepada redaksi, Senin (7/5).

Diberitakan, sekjen partai politik pendukung pemerintah melakukan pertemuan untuk konsolidasi sesama partai pendukung Jokowi, siang tadi.


Para sekjen parpol yang hadir di kantor Menseskab Pramono Anung adalah Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PKPI Imam Anshori Saleh, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Hanura Herry Lontung, Sekjen NasDem Jhonny G Plate, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Golkar Lodewijk Paulus.

Apakah ketidakhadiran Sekjen PAN sebagai tanda bahwa PAN akan menjauh dari koalisi? Eddy Soeparno menegaskan partainya belum menentukan arah koalisi karena masih menunggu keputuasan Rakernas dan selama ini belum pernah menyatakan keluar dari barisan pemerintah atau bahkan diminta meninggalkan koalisi pemerintah.

Ditanya alasan PAN tidak diundang, Eddy menyarankan untuk bertanya kepada pihak yang mengundang.

"Silahkan tanya kepada yang mengundang. Namun begitu saya pribadi tetap menjalin komunikasi baik dengan para sekjen parpol, apalagi kita banyak kerja sama di Pilkada serentak 2018. Sehingga, komunikasi diantara kita tetap akan berjalan dan tidak terhenti karena tidak disertakan dalam pertemuan hari ini," pungkasnya.[dem]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya