Berita

Politik

Disayangkan, Pemerintah Hamburkan Uang Saat Ekonomi Rakyat Susah

BPK Dan KPK Harus Turun Tangan
SENIN, 07 MEI 2018 | 09:54 WIB | LAPORAN:

. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut soal dana yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp 800 miliar lebih untuk acara International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) Annual Meeting 2018 yang akan digelar di Bali pada Oktober tahun ini.

Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto mendesak kedua lembaga itu untuk turun tangan atas terjadinya dugaan mark up. Menurutnya, angka sebesar itu sangat tidak wajar untuk sebuah acara.

"Karena sudah pakai APBN tentu BPK dan KPK harus bertindak," desaknya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/5).


Aktivis 98 ini mengaku sangat prihatin dengan sikap pemerintah yang justru menghamburkan dana sedemikian besar di saat ekonomi rakyat dalam keadaan susah. Apalagi Indonesia mau saja menjadi tuan rumah, padahal negara kita hanya debitur alias peminjam dana.

"Apakah lazim Indonesia jadi tuan rumah padahal posisi kita sebagai debitur dari WB dan IMF. Apalagi anggaran ratusan miliar. Nampaknya tidak ada sense of crisis. Bukankah ekonomi hari ini lagi terpuruk dengan rupiah yang makin loyo, serta sektor retail yang ambruk, utang makin menggunung dan lain-lain," sesalnya.

Apalagi, tambah Andrianto, utang pinjaman Indonesia kepada kedua lembaga keuangan dunia itu sama sekali tidak memberikan dampak berarti bagi ekonomi bangsa.

"Manfaat IMF dan WB buat kita jelas tidak ada. IMF dan WB jelas rentenir dunia as the big riba. Aneh juga di saat banyak negara sudah tinggalkan IMF dan WB kita justru menghamba," pungkasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya