Berita

Gerindra/Net

Politik

Gerindra Yakin Survei INES Akurat

SENIN, 07 MEI 2018 | 04:42 WIB | LAPORAN:

Elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto unggul dibandingkan petahana Presiden Joko Widodo dalam hasil survei teranyar yang dirilis Indonesia Network Election Survei (INES).

Dalam survei ini juga, Gerindra menjadi partai yang akan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Hasil survei ini tentu berbeda dengan sejumlah hasil yang dirilis lembaga lain yang menempatkan Jokowi sebagai pemenang pilpres dan PDIP juara pileg


Menanggapi hasil survei itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Pouyono secara tegas mengaku tidak ragu dengan INES. Bahkan menurutnya, INES merupakan salah satu lembaga survei terpercaya di Indonesia saat ini.

"Yang paling bener itu INES. Artinya INES jarang sekali mengeluarkan hasil, tapi surveinya tepat," ujar Arif di Kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (6/5).

Meski begitu, hasil survei tidak akan membuat Gerindra terlena dalam menyiapkan pilpres. Arief menyebut komunikasi dengan partai politik perlu dilakukan demi lancarnya jalan Prabowo.

Bukan tanpa sebab, Gerindra tidak bisa sendiri mengusung Prabowo karena ambang batas pencalonan pasangan presiden atau presidential threshold.

"Kami juga akan terus merangkul semua parpol untuk bisa memenuhi persyaratan Pak Prabowo bisa maju di 2019," tukasnya.

Hasil survei INES  menyebutkan bahwa Prabowo Subianto memperoleh suara 50,2 persen responden dan unggul jauh di atas petahana Presiden Joko Widodo yang hanya mendapat angka 27,7 persen.

Dari survei tersebut, 26,2 persen responden juga akan memilih Gerindra di Pemilu. Posisi ini disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar dengan persentase masing-masing 14,3 persen dan 8,2 persen.

Survei ini dilakukan pada 12 hingga 28 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia. Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni plus minus 2,1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya