Berita

Politik

UU Kesehatan Jiwa Terancam Mubazir

SENIN, 07 MEI 2018 | 04:30 WIB | LAPORAN:

Kalangan akademisi mendesak pemerintah melakukan sosialisasi secara masif atas pelaksanaan UU 18/2018 tentang Kesehatan Jiwa. Selain itu, perlu juga dibentuk gugus tugas agar dapat diterapkan lebih baik.

"Tidak kalah penting soal kesehatan jiwa, kita berharap dapat disisipkan menjadi topik debat capres pada pilpres atau pilkada. Sehingga elite negara dan masyarakat tersosialisasikan," jelas Rektor Universitas Paramadina Firmanzah dalam keterangan pers, Senin (7/5).

Sebelumnya, Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) Universitas Paramadina dan Universitas Katolik Atmajaya menandatangani jalinan kerja sama untuk memantapkan langkah program gugus tugas yang dibentuk guna menyosialisasikan UU Kesehatan Jiwa.


"Semoga dengan kerja sama kita dapat lebih bersinergi," kata Firmanzah.

Sementara itu, mantan Ketua Panitia Kerja RUU Kesehatan Jiwa Nova Riyanti Yusuf mengingatkan bahwa sebuah UU tidak akan berarti alias mubazir jika tanpa implementasi di lapangan.

"Sejak empat tahun lalu saat RUU Kesehatan Jiwa disetujui menjadi UU pada 8 Juli 2014 hingga kini belum ada tindak lanjut," paparnya. 

Nova yang merupakan anggota DPR RI periode 2009-2014 juga menyoroti anggaran yang kecil dari pemerintah. Karena pada 2016 untuk anggaran kesehatan jiwa di Kementerian Kesehatan, dari Rp 31 miliar terblokir Rp 11 miliar sehingga hanya menjadi Rp 20 miliar. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya