Berita

Politik

Komitmen NU Modal Besar Jaga Keberagaman

SENIN, 07 MEI 2018 | 04:05 WIB | LAPORAN:

Komitmen dan konsistensi Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuai pujian dari anggota dewan.

Anggota Fraksi Golkar DPR Mukhamad Misbakhun menilai, nahdliyin kerap berada di garda terdepan dalam menangkal radikalisme yang mengancam persatuan.

Pujian itu disampaikan Misbakhun saat menghadiri acara Ngaji Kebangsaan bersama jemaah salawat Ahbabul Musthofa di Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Krejengan, Probolinggo, kemarin. Dalam kata sambutannya, Misbakhun menegaskan, konsistensi NU merawat NKRI dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945 tak perlu diragukan.


"Komitmen NU ini menjadi modal besar bagi negara. Komitmen tersebut telah terbukti dan teruji dalam merawat keberagaman, sudah hidup selama ratusan tahun di negeri ini," kata anggota Komisi XI DPR ini di depan ribuan peserta Ngaji Kebangsaan.

Kata Misbakhun, saat ini ada upaya kelompok radikal yang menggunakan kekerasan untuk meniadakan Indonesia. Beruntung, Indonesia punya NU yang selalu menjadi pihak terdepan menentang paham-paham dan upaya yang dilakukan kelompok tersebut.

“Bayangkan, Indonesia mau dibubarkan. Yang berada di garda paling depan untuk menetangnya adalah warga NU,” pujinya.

Menurut Misbakhun, komitmen dan konsistensi NU dalam merawat NKRI dan menangkal radikalisme tak bisa dilepaskan dari gaya atau strategi dakwah Wali Songo. Karenanya, ia menghimbau, nahdliyin terus meneladani dakwah dan strategi peradaban Wali Songo dalam mensyiarkan Islam.

"Di era saat ini, spirit gerakan dan dakwah Wali Songo harus dilestarikan untuk menjaga NKRI. Sekali lagi, bagi nahdliyin NKRI adalah harga mati!" tegas politikus kelahiran Pasuruan itu.

Dalam kesempatan itu, Misbakhun juga meresmikan Masjid Jami' Hasan Saifour Ridzal di kompleks Ponpes Darut Tauhid Krejengan. Acara itu dihadiri Gus Dewa selaku pengasuh pondok pesantren dan Habib Idrus al Habsyi. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya