Komitmen dan konsistensi Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuai pujian dari anggota dewan.
Anggota Fraksi Golkar DPR Mukhamad Misbakhun menilai, nahdliyin kerap berada di garda terdepan dalam menangkal radikalisme yang mengancam persatuan.
Pujian itu disampaikan Misbakhun saat menghadiri acara Ngaji Kebangsaan bersama jemaah salawat Ahbabul Musthofa di Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Krejengan, Probolinggo, kemarin. Dalam kata sambutannya, Misbakhun menegaskan, konsistensi NU merawat NKRI dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945 tak perlu diragukan.
"Komitmen NU ini menjadi modal besar bagi negara. Komitmen tersebut telah terbukti dan teruji dalam merawat keberagaman, sudah hidup selama ratusan tahun di negeri ini," kata anggota Komisi XI DPR ini di depan ribuan peserta Ngaji Kebangsaan.
Kata Misbakhun, saat ini ada upaya kelompok radikal yang menggunakan kekerasan untuk meniadakan Indonesia. Beruntung, Indonesia punya NU yang selalu menjadi pihak terdepan menentang paham-paham dan upaya yang dilakukan kelompok tersebut.
“Bayangkan, Indonesia mau dibubarkan. Yang berada di garda paling depan untuk menetangnya adalah warga NU,†pujinya.
Menurut Misbakhun, komitmen dan konsistensi NU dalam merawat NKRI dan menangkal radikalisme tak bisa dilepaskan dari gaya atau strategi dakwah Wali Songo. Karenanya, ia menghimbau, nahdliyin terus meneladani dakwah dan strategi peradaban Wali Songo dalam mensyiarkan Islam.
"Di era saat ini, spirit gerakan dan dakwah Wali Songo harus dilestarikan untuk menjaga NKRI. Sekali lagi, bagi nahdliyin NKRI adalah harga mati!" tegas politikus kelahiran Pasuruan itu.
Dalam kesempatan itu, Misbakhun juga meresmikan Masjid Jami' Hasan Saifour Ridzal di kompleks Ponpes Darut Tauhid Krejengan. Acara itu dihadiri Gus Dewa selaku pengasuh pondok pesantren dan Habib Idrus al Habsyi.
[ian]