Berita

Jokowi/Net

Politik

Pidato Kalajengking Jokowi Sengatan Agar Kepala Daerah Giat Kerja

SENIN, 07 MEI 2018 | 02:36 WIB | LAPORAN:

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal beternak kalajengking dinilai sebagai bentuk motivasi kepada kepala daerah agar berpikir kreatif untuk menjadi kaya.

"Itu sebenarnya hanya sindiran bagi kepala daerah untuk jadi kaya perlu kreatif dan kerja keras, bukan korupsi," kata pemerhati sosial dan politik Heru Dharsono kepada wartawan, Senin (7/5).

Menurutnya, selain mengajak berpikir kreatif, ungkapan Jokowi soal racun kalajengking merupakan bentuk dorongan agar kepala daerah lebih banyak menggunakan waktu untuk bekerja melakukan pembangunan. 


"Memang lama harus kumpulkan satu liter racun kalajengking. Jadi, daripada buang-buang waktu, Pak Jokowi ingin mengajak kepala daerah gunakan waktu untuk membantu menyejahterahkan masyarakat. Itu sebenarnya pesan yang disampaikan, jangan menikam dan mengantung seperti kalajengking dari belakang," papar Heru yang juga ketua Ikatan Alumni Universitas Pertahanan (Ika Unhan).

Untuk itu, dia meminta agar semua pihak tidak selalu terburu-buru menghakimi setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan Jokowi dengan pandangan negatif.

Kendati demikian, Heru memaklumi bahwa di tahun politik sekarang ini banyak pihak melakukan manuver untuk menarik simpati masyarakat guna menjatuhkan Jokowi.

"Terlebih saat ini elektabilitas Jokowi merupakan yang tertinggi dan berpeluang besar memenangi kontestasi Pilpres 2019," imbuhnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya