Berita

Hendrawan Supratikno/Net

Politik

Kasus Suap Amin Santono Bikin Kaget Orang PDIP

SENIN, 07 MEI 2018 | 01:23 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno kaget saat tahu Amin Santono, koleganya di Komisi XI, dicokok KPK atas dugaan korupsi. Dia merasa, ditangkapnya politisi Partai Demokrat itu sebagai kasus yang aneh.

Hendrawan, yang merupakan politisi senior PDIP, cukup akrab dengan Amin. Keduanya termasuk anggota Dewan yang rajin mengikuti rapat-rapat di DPR.

“Memang (Amin Santono) itu teman kami di Komisi XI. Kami prihatin dan sedih dengan kejadian ini karena Pak Amin ini dikenal cukup rajin di Komisi XI meski tidak terlalu bersuara di rapat-rapat. Bicara kalau perlu, walau lebih banyak diamnya,” kata Hendrawan, kemarin.


Hendrawan menganggap Amin sebagai salah satu politisi senior di DPR. Senior karena yang bersangkutan telah menjadi anggota DPR selama tiga periode atau kurang lebih hampir 14 tahun. Hendrawan cukup shock dengan dicokoknya Amin, terlebih sepengetahuannya, istri Amin sedang mengalami sakit keras.

“Kami semua (Anggota Komisi XI) terkejut. Bahkan ketika diumumkan KPK bahwa ada anggota DPR kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) kami di Komisi XI saling cek dan tidak percaya. Apalagi yang kami dengar istrinya sedang sakit. Kami sampaikan prihatin atas peristiwa ini,” katanya.

Hendrawan menganggap, OTT terhadap Amin cukup aneh. Aneh karena masih sempat-sempatnya bermain anggaran. Padahal, saat ini ada era keterbukaan. Semua serba transparan.

“Kalau boleh dikatakan, dari sisi ilmu saya, itu agak aneh. Kami terkejut dan tidak menyangka sama sekali. Apa mungkin karena saya sendiri lebih banyak di Baleg (Badan Legislasi), lebih sering urus legislasi ketimbang anggaran. Saya kan Anggota Baleg sehingga permainan anggaran bagi kami itu agak aneh,” katanya.

Dia menduga, kasus Amin terjadi karena yang bersangkutan dianggap sebagai orang yang akomodatif oleh mitra kerja maupun swasta. Mereka kemudian memanfaatkan sikap Amin itu untuk meloloskan proyek tertentu.

"Pak Amin ini kan orangnya tidak meledak-ledak, orangnya kooperatif. Tapi karena sifat kooperatifnya ini dimanfaatkan orang dalam alokasi anggaran. Kami berduka setiap kali ada teman seperti ini. Kami tidak bisa menertawakan di balik duka ini,” ucapnya.

Dia pun berharap, kasus OTT ini tidak hanya jadi pelajaran bagi Amin seorang, tapi juga bagi semua anggota Dewan, dan para pejabat lainnya. Semuanya harus komitmen dan benar-benar menjunjung tata kelola pemerintahan yang baik dalam mencegah korupsi.

Seperti sudah ramai diberitakan sebelumnya, Amin ditangkap KPK dalam dugaan penerimaan suap terkait penerimaan hadiah atau janji Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada Rancangan APBN-P 2018 pada Jumat malam, pekan lalu. Setelah ditangkap KPK, Amin langsung dipecat oleh Partai Demokrat. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya