Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril Mau Jadi Cawapres Gatot, Tapi Ogah Jadi Wakil Jokowi

SENIN, 07 MEI 2018 | 00:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra maju di Pilpres 2019 menjadi salah satu hasil putusan musyawarah kerja nasional (mukernas) yang di partai tersebut pada Jumat (4/5) lalu.

"Salah satu rekomendasi itu adalah mendorong Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai calon presiden atau wakil presiden pada pemilu 2019 mendatang," ujar Wakil Ketua Umum PPB, Edi Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/5).

Kata dia, putusan mendorong Yusril jadi capres atau cawapres 2019 merupakan hasil kesepakatan dari para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB.


Yusril menyambut baik putusan ini. Dia mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan partai kepadanya.

"Keputusan partai sudah didapat, ini harus dijalankan sebaik-baiknya dan menjadi amanah," ujarnya.

Kata Yusril, saat ini banyak pilihan yang muncul dan bisa bersanding dengan dirinya. Bahkan tanpa malu, Yusril mengaku siap mendampingi mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Kalau dicalonkan untuk menjadi calon wakil dari Pak Gatot boleh juga," ucapnya.

Tapi yang mengejutkan, dia menolak jika nantinya harus menjadi pendamping petahana Presiden Joko Widodo. Yusril menegaskan bahwa duet dengan Jokowi hanya bisa terjadi jika Jokowi mau menjadi wakilnya. pemilu mendatang.

"Ya pak Jokowi harus jadi wakil presiden, saya yang calon presidennya," tukasnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya