Berita

Foto: Net

Politik

Saatnya Pesantren Bantu Ekonomi Rakyat

MINGGU, 06 MEI 2018 | 23:57 WIB | LAPORAN:

Kalangan Pesantren diharapkan dapat mengubah paradigma yang menganggap pesantren hanya menerima, namun jarang memberi. .

"Ke depan kita juga harus bisa memberi. Salah satunya dengan mencari solusi membantu dan meningkatkan ekonomi rakyat. Saatnya pesantren terlibat langsung dalam membantu rakyat," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), KH Zaini Ahmad dalam keterangan terulis yang diterima redaksi, Minggu (6/5).

Menurutnya, perjuangan membangun ekonomi umat bukan perkara mudah.Perlu kerja keras dan keihklasan yang luar biasa.


"Dalam hal ini (membantu ekonomi rakyat) tidaklah mudah dan ringan. Ini merupakan bagian dari berjalan dan berjuang di jalan Allah," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW IPI Aceh yang baru saja dilantik, Tengku Sayid Abdullah mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya telah menjalan program tersebut. Sayid membeberkan, IPI Aceh pernah memberikan bantuan berupa gas elpiji tiga kilogram kepada masyarakat miskin di Pidie.

"Itu kita lakukan saat harga gas sedang naik dan sedang terjadi kelangkaan gas elpiji. Tapi IPI memberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat," bebernya.

Ia juga telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu ekonomi rakyat yang dimasukkan ke dalam visi dan misi DPW IPI Aceh.

"Visi dan misi kita ini nanti untuk bagaimana membangun perputaran ekonomi pesantren dan umat," ungkap dia.

Ke depan, lanjut Sayid, diharapkan IPI Aceh mampu memberikan solusi lebih besar lagi bagi masyarakat, khususnya di Aceh.

"Dayah di Aceh ke depan insya Allah kita akan berperan lebih besar lagi membantu umat," pungkasnya. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya