Berita

Zulkifli Hasan dan Rizal Ramli/RMOL

Politik

Bertemu Dengan Zulhas, Rizal Ramli Juga Bahas Desentralisasi, Ini Katanya

KAMIS, 03 MEI 2018 | 14:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mantan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli menyatakan konsep desentralisasi yang dibangun BJ. Habibie pasca reformasi 1998 saat itu masih harus disempurnakan.

"Pak Habibie waktu itu membuat UU Desentralisasi tapi belum ada Peraturan Pemerintahnya. Jadi kami yang buat PP-nya atas perintah Gus Dur," kenang Rizal kepada wartawan di komplek gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis, (3/5).

Pertemuan Rizal dengan Ketua MPR, Zulkifli Hasan pada hari ini, salah satunya membahas konsep desentralisasi yang ditujukan untuk kepentingan rakyat.


Di masa Gus Dur, kata Rizal, PP Desentralisasi yang dirancangnya juga masih belum sempurna.

"Waktu itu Gus Dur meminta hanya 21 hari harus selesai, akhirnya kami kebut bikinnya jadi mohon maaf jika masih banyak yang kurang," ucapnya.

Poin utama desentralisasi, sambung mantan aktivis mahasiswa 77/78 tersebut, menyangkut soal alokasi umum dan khusus yang hingga saat ini masih jadi polemik.

"Setiap daerah kami alokasikan waktu itu berdasarkan luas daratan dan jumlah penduduk, padahal ada daerah seperti Maluku yang kepulauan dapatnya jadi kecil sekali," terang dia.

Harapannya, pemerintah setelah Gus Dur mengoreksi itu tapi kenyataan tidak.  Ketua MPR sendiri sepakat UU Alokasi Umum harus diubah agar proporsional.

"Jadi bukan hanya luas wilayah, tapi kelautannya juga. Kemudian potensi dan ketertinggalan juga jadi pertimbangan," urainya.

Daerah-daerah seperti Kalimantan Timur dan Riau sebagai penghasil minyak gas juga berpotensi pada sektor perikanan, kelapa sawit, dan mineral.

"Jadi 70 persen alokasi umum itu untuk rakyat ditambah ekstra alokasi khusus, 30 persennya baru untuk birokrasi, kalau sekarang kan kebalikannya," banding Rizal.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya