Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Daripada Dikenang Sebagai Capres Abadi, Lebih Baik Prabowo Jadi King Maker

RABU, 25 APRIL 2018 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang bergeming harus dijadikan lampu merah oleh pihak-pihak yang ngotot mendorong mantan Danjen Kopassus maju di Pilpres 2019.

Dalam sejumlah hasil survei, tingkat keterpilihan Prabowo jauh berada di bawah rivalnya, petahana Presiden Joko Widodo. Di survei Median, elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sementara Prabowo 20,4 persen. Sedangan hasil survei Cyrus Network, Jokowi 58,5 persen dan Prabowo 21,8 persen.

Sementara hasil pertanyaan terbuka yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) elektabilitas Jokowi 35,1 dan  Prabowo 12,0 persen.


Jarak elektabilitas yang jauh antar keduanya kembali tergambar dalam hasil survei teranyar Litbang Kompas. Dalam survei ini, Jokowi mendapat elektabilitas 55,9 persen dan Prabowo 14,1 persen.

Pengamat politik UI Ari Junaedi menilai hasil survei itu hendaknya dijadikan acuan untuk tidak lagi memaksakan nama Prabowo sebagai capres.

"Masak harus terus dipaksakan maju? Ibarat produk, konsumen di pasar pilpres sudah pada titik jenuh dengan produk yang bernama Prabowo. Untuk menyelamatkan marwah Gerindra dan nama besar Prabowo Subianto sendiri, harusnya ada nama lain yang bisa dijadikan alternatif untuk menghadapi Jokowi," ujar Ari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/4).

Menurutnya, Prabowo dan Gerindra akan mendapat bonus manfaat jika menjadi "endoser" sosok lain untuk maju di Pilpres 2019.

Apalagi jika berkaca pada pengalaman di DKI. Saat itu Prabowo dan Gerindra berhasil memunculkan sosok Anies Baswedan dan memenangkan pertarungan melawan petahana.

"Jika Prabowo kembali menjadi king maker, namanya akan tetap dikenang. Ini lebih baik daripada diingat sebagai capres abadi," tutupnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya